SuaraTani.com - Jakarta| Aspirasi peternak unggas seputar harga ayam ras pedaging hidup yang masih mengalami depresiasi dan belum bergerak mendekati Harga Acuan Pembelian (HAP) tingkat peternak, terus ditindaklanjuti pemerintah.
Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas) I Gusti Ketut Astawa mengatakan, harga di peternak sangat krusial untuk dijaga kewajaran level harganya.
"Begitu harganya turun, kita harus naikkan kembali. Begitu harganya naik, kita turunkan kembali. Ini karena apa? Karena bagaimanapun kita ini negara produsen. Kita ingin swasembada. Tentu harga-harga di tingkat produsen jangan sampai terlalu rendah," ujarnya di Jakarta, Selasa (9/5/2026).
Adapun rerata harga ayam ras pedaging hidup di tingkat peternak secara nasional sampai 8 Juni dalam pemantauan Bapanas berada di Rp22.382 per kilogram (kg).
Level harga ini masih 10,47 persen jauh dibawah HAP yang berada di Rp 25.000 per kg. Apabila dibandingkan sebulan sebelumnya juga kian menurun 2,39 persen karena saat itu level harga masih berada di Rp 22.930 per kg.
"Kami akan melakukan kolaborasi dengan menstabilkan kembali harga ayam. Kebetulan daging ayam ras di tingkat produsen juga mengalami penurunan. Tentu juga kita akan lakukan intervensi bersama-sama Direktorat Jenderal Perkebunan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian," ungkap Ketut.
Pihaknya, kata Ketut, akan berkolaborasi dengan asosiasi peternak unggas misalnya dengan teman-teman PINSAR (Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia) untuk mencarikan solusi.
"Sehingga sekali lagi, harga yang rendah di tingkat produsen bisa kita tangani dengan baik," kata Ketut.
Salah satu solusi yang sedang dikaji pemerintah untuk mengatasi depresiasi harga daging ayam di dalam negeri adalah penyerapan melalui program pemerintah seperti bantuan pangan. Ini pernah dilaksanakan pada tahun 2023 dan 2024 yang dikerjakan oleh ID FOOD.
Kala itu, Bapanas menugaskan ID FOOD melalui Kementerian BUMN untuk menyalurkan bantuan pangan pengentasan stunting kepada 1,4 juta keluarga berupa 1 kg daging ayam dan 10 butir telur ayam. Alokasi bantuan diberikan sebanyak untuk 3 bulan.
Tahun 2024 total sebanyak 8,6 juta paket pangan telah berhasil disalurkan ke 7 daerah sasaran, antara lain Sumatera Utara, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Barat, dan Nusa Tenggara Timur.
Dengan itu, ID FOOD berhasil mendistribusikan lebih dari 15 juta paket bantuan pangan stunting selama 2 tahun berturut-turut.
Dalam pelaksanaan bantuan pangan tersebut, ID FOOD telah berkolaborasi dengan banyak peternak rakyat mandiri kecil, mikro, dan UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah).
Pada tahun 2024, ID FOOD telah bermitra dengan total sampai 8.778 peternak yang terdiri dari 6.895 peternak ayam petelur dan 1.883 peternak ayam broiler.
Adanya depresiasi harga di sektor perunggasan juga dilaporkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Deputi Bidang Metodologi dan Informasi BPS Pudji Ismartini membeberkan terjadinya kondisi deflasi daging ayam ras di Mei ini. Tentunya kondisi deflasi berulang seperti ini tidak boleh diabaikan.
"Komoditas yang menjadi peredam inflasi karena terjadi deflasi yaitu untuk komoditas daging ayam ras yang mengalami deflasi sebesar 3,83 persen. Jadi di bulan sebelumnya kita bisa lihat daging ayam ras ini di bulan sebelumnya mengalami deflasi dan kembali di bulan ini mengalami deflasi," ujar Pudji.
Menurutnya, jumlah kabupaten kota yang mengalami kenaikan harga daging ayam ras bertambah di minggu pertama Juni 2026 ini, sudah sebanyak 85 kabupaten kota.
"Beberapa kabupaten kota walaupun mengalami kenaikan atau perubahan IPH (Indeks Perkembangan Harga) tetapi masih berada di bawah HAP-nya," kata Pudji.
Deflasi daging ayam ras dicatat BPS mulai terjadi usai Maret. Daging ayam ras masih mengalami inflasi secara bulanan dari 3,30 persen di Maret, tapi kemudian menjadi deflasi 6,20 persen di April.
Sementara deflasi daging ayam ras di Mei kembali terjadi meskipun ada pergerakan positif menjadi deflasi 3,83 persen. * (erna)


