SuaraTani.com - Jakarta| Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian memberikan apresiasi kepada Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman atas inisiasi dan langkah masif menyalurkan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) Serentak.
“Saya menyampaikan apresiasi tinggi kepada Bapak Menteri Pertanian, Bulog, dan semua pihak yang menginisiasi GPM ini untuk diluncurkan melalui kecamatan-kecamatan,” ujar Mendagri saat membuka Gerakan Pangan Murah Serentak di Kantor Pusat, Kementerian Pertanian, Jakarta, Sabtu (30/8/2025).
Menurut Tito, gerakan ini menjadi upaya masif pemerintah dalam menyalurkan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) ke masyarakat, agar harga tetap stabil dan terjangkau.
Dari total stok 4 juta ton beras yang dikelola Bulog, 1,3 juta ton akan digelontorkan secara bertahap hingga akhir tahun.
“Dengan gerakan masif seperti ini, penyaluran 1,3 juta ton dari stok Bulog benar-benar bisa sampai ke masyarakat. Kami melihat langkah Bapak Menteri Pertanian ini memberikan hasil baik, terbukti dalam empat minggu terakhir tren kenaikan harga beras mulai menurun di sejumlah daerah,” jelas Tito.
Ia menyebut, pada awalnya terdapat 233 kabupaten/kota yang mengalami kenaikan harga beras. Namun, berdasarkan rapat inflasi mingguan, jumlah itu turun menjadi 200 daerah, sementara daerah yang mengalami penurunan harga meningkat dari 40 menjadi 55 daerah.
Tito menegaskan, keberhasilan ini tidak terlepas dari sinergi Kementerian Pertanian (Kementan), Bulog, Badan Pangan Nasional, serta dukungan pemerintah daerah, TNI-Polri, BUMD, ritel modern, hingga Kadin yang ikut menyalurkan beras SPHP ke pasar rakyat.
“Terima kasih kepada Bapak Menteri Pertanian, Bulog, Badan Pangan Nasional, dan semua pihak yang telah bekerja keras. Kementerian kami hanya memfasilitasi untuk menghubungkan dengan para camat dan kepala daerah,” pungkasnya.
Sementara itu, Menteri Perdagangan Budi Santoso juga menyampaikan apresiasi tinggi terhadap langkah Kementan bersama seluruh stakeholder.
Menurutnya, gerakan ini berperan besar dalam menjaga ketersediaan dan keterjangkauan pangan pokok.
“Kami sampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas kegiatan yang rutin dilakukan. Ini bagian dari distribusi dan pasokan barang untuk stabilisasi harga. Kami setiap hari memonitor melalui SP2KP (Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok), dan kalau kita lihat, ketersediaan serta harga kebutuhan pokok relatif aman di pasar-pasar,” kata Mendag Budi.
Mentan Amran yang menginisiasi kegiatan tersebut menegaskan bahwa GPM Serentak merupakan upaya masif yang sudah dilakukan sejak awal tahun.
“Hari ini kita melaksanakan pasar besar-besaran. Sebenarnya kegiatan ini sudah kita mulai sejak Januari. Dalam satu hingga dua bulan terakhir bahkan kita lakukan rutin setiap hari. Target hari ini minimal 25 ribu ton, dan ini merupakan capaian tertinggi,” tegas Mentan.
Kegiatan ini dibuka di lebih dari 7 ribu titik di seluruh Indonesia hingga tingkat kecamatan.
“Semua ini berkat dukungan Pak Mendag, Pak Mendagri, TNI, Polri, Kejaksaan, Satgas Pangan, serta BUMN Pangan, sesuai arahan Bapak Presiden,” sambungnya.
Mentan Amran memastikan gerakan ini akan terus berlanjut secara konsisten.
“Selama masih ada kebutuhan pasar, kita lanjutkan. Minimal dua minggu ke depan, bahkan bisa diperpanjang. Jadi ini bukan hanya kantor Kementerian Pertanian, tapi kantor rakyat Indonesia,” pungkasnya. * (junita sianturi)