SuaraTani.com - Medan| Untuk tahun 2026, UPTD Benih Induk Hortikultura (BIH) Gedung Johor Dinas Ketahanan Pangan, TPH Provinsi Sumatera Utara (Sumut), menargetkan pendapatan asli daerah (PAD) sebesar Rp150 jutaan.
Target ini meningkat hampir 200 persen dibandingkan dengan realisasi PAD tahun 2025 sebesar Rp54.625.000.
Plh UPTD BIH Gedung Johor Sumut, Lambok Turnip, melalui Kasi Produksi UPTD BIH Iovie mengatakan, untuk merealisasikan target PAD Tahun 2026 tersebut, pihaknya akan meningkatkan promosi dan melakukan kerjasama dengan kabupaten/kota di Sumut.
Target produksi bibit berkualitas yang dibutuhkan masyarakat atau konsumen untuk Tahun 2026 yakni durian 12.000 batang, mangga 5.000 batang, alpukat 3.000 batang, pisang barangan 5.000 batang, duku 1.000 batang.
Sedangkan realisasi produksi bibit tahun 2025 yakni pisang 2.700 batang, durian 3.875 batang, duku 500 batang, bawang merah 300 kg.
Iovie mengakui bahwa target produksi bibit yang ditetapkan UPTD BIH Gedung Johor tidak 100 persen berhasil, tapi tingkat keberhasilannya 80 persen.
“Sebanyak 80 persen produksi untuk PAD, karena keberhasilan tidak semua berhasil 100 persen, misalnya pengaruh iklim atau cuaca, kegagalan sambung, dan faktor perawatan,” katanya.
Iovie optimis target PAD yang ditetapkan UPTD BIH Gedung Johor untuk Tahun 2026 ini akan tercapai dengan meningkatkan promosi terkait bibit unggul dan melakukan Kerjasama lebih baik lagi ke kabupaten/kota.
Kemudian, katanya, bibit akan terjual khususnya bibit pisang dan buah lainnya untuk mendukung program pemerintah yakni program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Pemasaran bibit berkualitas yang diproduksi dipasarkan UPTD BIH Gedung Johor sejauh ini masih mengutamakan kebutuhan pasar lokal Sumatera Utara seperti Nias, Pematangsiantar, Dairi, Sosa (Padang Lawas), Karo dan Langkat.
Selain memenuhi kebutuhan pasar di Sumut, juga dipasarkan hingga ke Aceh (Subulussalam) dan Jambi.
Untuk harga jual bibit yang diproduksi, Iovie mengatakan, sesuai PAD untuk durian Rp5.500 per batang, duku Rp7.800 per batang, pisang Rp10.500 per batang, mangga Rp7.500 per batang dan alpukat Rp Rp10.000 per batang.
"Harga jual bibit harus sesuai PAD dan biasanya harga lebih rendah dibanding harga pasar ataupun harga bibit yang dijual pihak swasta," jata Iovie.
Seperti diberitakan sebelumnya, Tahun 2025, BIH Gedung Johor memproduksi berbagai jenis bibit tanaman hortikultura, yakni bibit durian sebanyak 2.000 batang, duku 500 batang, bawang merah varietas Bima sebanyak 300 kg.
Sedangkan untuk bibit yang diperbanyak melalui kultur jaringan yakni pisang barangan sebanyak 500 batang, dan kentang 1.000 planlet.
Bila dibandingkan dengan produksi bibit tahun 2024, jumlahnya lumayan banyak. Untuk durian sebanyak 6.000 batang, alpukat 1.000 batang, pisang barangan hasil kultur jaringan sebanyak 10.000 batang dan bawang merah 300 kg.
Produksi tahun 2025 menurun dibandingkan tahun 2024 karena UPTD BIH Gedung Johor melakukan efisiensi anggaran hingga tiga kali.
Penghematan tersebut akan berdampak terhadap jumlah produksi bibit yang dihasilkan, tapi tidak mempengaruhi kualitas bibit.
Bibit yang diproduksi UPTD BIH Gedung Johor adalah bibit yang berkualitas baik dan bersertifikat label biru yang siap untuk ditanam. Umur bibit yang dipasarkan rata-rata berumur 6 bulan. * (junita sianturi)


