Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Harga Minyak Dunia Naik Signifikan, Pemerintah Harus Cermati Secara Serius

Anggota Komisi XII DPR RI, Irsan Sosiawan. foto: ist

SuaraTani.com - Jakarta| Eskalasi konflik geopolitik di kawasan Timur Tengah yang melibatkan sejumlah negara besar terus memberikan tekanan terhadap harga energi global. Harga minyak mentah dunia menunjukkan tren kenaikan yang signifikan dalam beberapa waktu terakhir.

Indonesia perlu segera memitigasi dampak kenaikan harga minyak dunia, mengingat sejumlah negara telah lebih dahulu mengambil langkah antisipatif. 

Negara-negara Asia Tenggara seperti Filipina, misalnya, telah menetapkan status darurat energi, sementara Malaysia meningkatkan subsidi BBM. Di samping itu, Singapura, Thailand, dan Vietnam juga telah mengalami kenaikan harga BBM. 

Kondisi itu menjadi sinyal bagi Indonesia untuk menyiapkan langkah kebijakan yang cepat, terukur, dan tepat sasaran.

Merespons hal itu, Anggota Komisi XII DPR RI, Irsan Sosiawan, menyoroti pentingnya peningkatan kewaspadaan terhadap kenaikan harga minyak.

“Perkembangan situasi global saat ini menunjukkan adanya tekanan terhadap harga minyak yang perlu dicermati secara serius oleh pemerintah,” ujar Irsan dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (28/3/2026).

Ia menilai perbedaan antara asumsi harga minyak dalam APBN dan realisasi harga di pasar berpotensi memberikan tekanan terhadap kondisi fiskal negara, khususnya pada pos subsidi dan kompensasi energi.

Menurutnya, pemerintah memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas melalui langkah-langkah kebijakan yang tepat dan berkelanjutan, baik dari sisi pengelolaan subsidi, efisiensi anggaran, maupun upaya menjaga stabilitas harga energi di dalam negeri.

“Upaya penyiapan langkah yang terukur dan antisipatif diharapkan dapat terus diperkuat agar stabilitas ekonomi tetap terjaga,” ujar Politisi Fraksi Partai NasDem itu.

Ia juga menambahkan bahwa dinamika harga energi turut memberikan dampak langsung terhadap masyarakat, terutama terkait daya beli serta potensi tekanan inflasi.

Menurutnya, ketidakpastian global yang masih berlangsung memerlukan respons kebijakan yang adaptif dan terukur guna menjaga ketahanan ekonomi nasional. 

“Berbagai skenario perlu disiapkan, mengingat dinamika global yang sulit diprediksi dan berpotensi berdampak berkelanjutan,” pungkasnya. * (wulandari)