Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Mentan Lepas Ekspor 2.280 Ton Beras Bulog untuk Kebutuhan Jemaah Haji

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang juga Kepala Bapanas melepas ekspor perdana beras yang dikelola Bulog, di Gudang Bulog Kelapa Gading, Jakarta, Rabu (4/3/2026). foto: ist

SuaraTani.com - Jakarta| Pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) telah memberikan penugasan kepada Perum Bulog untuk mendukung pemenuhan kebutuhan beras bagi jemaah dan petugas haji Indonesia di tahun ini. 

Ekspor beras perdana yang dikelola Bulog dipastikan mulai terlaksana dan menandai kuatnya stok beras Indonesia yang telah mencetak rekor swasembada.

Dalam warkat yang diteken Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman dengan nomor 213/TS.03.03/K/02/2026 tanggal 27 Februari, Bulog ditugaskan untuk melaksanakan ekspor beras untuk pemenuhan logistik yang berasal dari Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sebanyak 2.280 ton. 

Sebagai informasi, kualitas beras yang akan diekspor ini setara kualitas beras premium.

Menteri Pertanian (Mentan) yang juga Kepala Bapanas Amran memastikan ekspor beras perdana ini merupakan aksi nyata pemerintah sebagai implikasi positif swasembada beras yang telah diraih Indonesia. 

Berkat stok CBP yang sangat kuat, ekspor pun dapat dilaksanakan karena kebutuhan konsumsi dalam negeri dipastikan telah tercukupi.

"Ini aksi nyata, bukan ilusi. Kita ekspor dua ribuan ton, jadi bukan (impor) seribu ton. Nah, ini 2.280 ton. Ini adalah ekspor perdana ke Saudi Arabia. Ini adalah momentum yang baik karena produksi kita, stok (CBP) kita hari ini 3,7 juta ton dan terbesar sepanjang sejarah di bulan Maret," ucap Amran saat pelepasan ekspor beras di Gudang Bulog Kelapa Gading, Jakarta, Rabu (4/3/2026).

Tidak hanya itu, pemerintah akan melakukan ekspansi ekspor beras dengan turut menyasar ke negara sahabat lainnya. Jadi tidak hanya diperuntukkan untuk konsumsi jamaah haji asal Indonesia saja.

"Nah ini kita ekspor, kita sudah menjajaki beberapa negara, Saudi Arabia, Papua Nugini, Malaysia, dan Filipina. Mudah-mudahan ke depan bisa kita ekspor lebih besar lagi. Tetapi khusus untuk jemaah (haji dan umroh) kita, Saudi Arabia itu perkiraan antara 20 ribu sampai 50 ribu ton. Kemudian nanti ke negara lainnya lagi," tambah Amran.

Adapun logistik beras Bulog bagi jemaah dan petugas haji tahun 2026 diperkirakan untuk dapat memenuhi total 205.420 orang. 

Dengan asumsi konsumsi 170 gram nasi per orang per hari, maka diperoleh angka 2.280 ton dalam bentuk beras. 

Secara terperinci, dalam data Kementerian Haji dan Umrah, jumlah kebutuhan beras tersebut dihitung berdasarkan frekuensi makan jemaah yang mencapai 78 kali di Makkah, 27 kali di Madinah, dan 6 kali di wilayah Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina). Untuk standar kualitas beras yang ditetapkan adalah beras premium dengan pecahan 5 persen.

Menyadur data Kementerian Haji dan Umrah, pada tahun-tahun sebelumnya, dapur penyedia layanan di Arab Saudi umumnya menggunakan beras dari negara lain dengan harga pasar sekitar 150 Riyal Saudi (SAR) per 40 kilogram (kg) atau setara Rp16.824 per kg. 

Dengan program Beras Haji Nusantara yang digagas mulai tahun ini dapat memasok dengan harga lebih ekonomis daripada itu.

Langkah inovatif pemerintah ini juga merupakan bentuk efisiensi dan standardisasi menu jemaah ke depannya. 

Kementerian Haji dan Umrah merencanakan jemaah haji akan mendapatkan porsi berupa nasi seberat 170 gram setiap kali makan yang didampingi lauk 80 gram, dan sayur 75 gram serta air mineral dan pelengkap lainnya.

Di sisi lain, beras yang akan dikirimkan ke Arab Saudi merupakan stok CBP kelolaan Perum Bulog yang sampai hari ini sepenuhnya merupakan hasil serapan dari produksi dalam negeri. 

Pemerintah memastikan beras yang dikirimkan juga merupakan hasil giling gabah yang masih segar karena bersumber dari penyerapan produksi dalam negeri di awal 2026 ini.

Tingkat realisasi serapan setara beras dari produksi dalam negeri sampai minggu keempat Februari 2026 telah jauh melampaui realisasi Januari-Februari tahun 2025. 

Eskalasi realisasi serapan setara beras di awal 2026 ini turut menandakan tren produksi beras dalam negeri yang terus menanjak.

Total yang telah diserap Bulog sampai minggu keempat Februari tahun ini telah mencapai 552,4 ribu ton atau melesat hingga 196,9 persen. 

Ini karena realisasi serapan setara beras dari produksi dalam negeri pada Januari dan Februari tahun 2025 berada di angka 186 ribu ton.

Karena itu, stok CBP yang ada di Bulog masih sangat memadai untuk menunjang ekspor beras dalam rangka program Beras Haji Nusantara. 

"Langkah pemerintah ini juga untuk meneguhkan swasembada beras Indonesia yang telah ditorehkan pada tahun 2025," ucap Amran.

Sementara, Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Abdul Kharis Almasyhari mengaku merasa bangga bisa menyaksikan ekspor beras hari ini. 

Ia pun mendorong agar pemerintah dapat mengupayakan ekspansi ekspor beras merambah ke negara-negara lainnya.

"Saya dari Komisi IV, kami tentunya sangat bangga melihat kegiatan pada hari ini. Ini awalan yang baik dan akan diikuti dengan ekspor ke negara yang lain. Mudah-mudahan jemaah haji diikuti jemaah umrah, dan para mukimin yang ada di sana yang jumlahnya cukup banyak. Saya kira ini menjadi segmen yang pasti," kata Kharis.

Menurutnya, peluang pasar yang cukup besar tersebut merupakan captive market. Ini mengacu karena kebiasaan orang Indonesia yang pasti selalu mencari beras yang mengandung cita rasa khas Indonesia yang tidak sama dan jarang dipunyai jenis beras di luar negeri.

Untuk diketahui, pelepasan ekspor ini merupakan awal dari pengumpulan stok terlebih dahulu di Pelabuhan Tanjung Priok. 

Selanjutnya akan dilaksanakan pengapalan yang rencananya dilaksanakan pada Sabtu (7/3/2026) mendatang. Pengapalan pun akan dilaksanakan secara bertahap untuk dapat memenuhi target stok yang ditetapkan. * (junita sianturi)