Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

QS World University Rankings by Subject 2026 Merilis UIN Jakarta Peringkat 29 Universitas Terbaik Dunia

Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta kembali menorehkan prestasi di kancah global. foto: ist

SuaraTani.com - Jakarta| Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta kembali menorehkan prestasi di kancah global. 

Berdasarkan pemeringkatan QS World University Rankings by Subject 2026, UIN Jakarta berhasil menempati peringkat ke-29 dunia pada bidang Theology, Divinity & Religious Studies.

QS World University Rankings by Subject 2026 merilis informasi ini pada Kamis (26/3/2026). Capaian ini ditopang oleh performa unggul pada sejumlah indikator penilaian dengan overall score 76.1. 

Di antara indikator itu adalah Employer Reputation sebesar 49.1, H-index 92.1, Citations per Paper 94.5, dan Academic Reputation 75.

Capaian ini sekaligus menandai lonjakan signifikan UIN Jakarta di kancah global. Pada QS World University Rankings by Subject 2025, UIN Jakarta masih berada pada peringkat 101–150 dunia.

Dan, pada edisi 2024 berada pada rentang 101–140 dunia dalam bidang Theology, Divinity & Religious Studies. 

Kenaikan ke peringkat 29 dunia pada 2026 menunjukkan akselerasi kualitas akademik dan riset yang semakin kuat dan berdaya saing internasional.

Melalui capaian ini, UIN Jakarta berhasil menempati posisi lebih tinggi dibanding sejumlah perguruan tinggi ternama dunia, seperti Fordham University (30), University of Birmingham (31), Université catholique de Louvain (32).

Kemudian, University of Aberdeen (33), Pontificia Universidad Católica de Chile (34), The Catholic University of America (35), hingga Al-Azhar University (36).

Di tingkat nasional, sejumlah perguruan tinggi Indonesia juga masuk dalam pemeringkatan ini, di antaranya UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta (37), Universitas Gadjah Mada (45), Universitas Islam Indonesia (101–150), serta UIN Maulana Malik Ibrahim Malang (101–150).

Adapun 10 besar dunia pada bidang Theology, Divinity & Religious Studies secara berurutan ditempati oleh University of Notre Dame, University of Oxford, Harvard University.

Durham University, Boston College, University of Chicago, University of Cambridge, KU Leuven, Duke University, dan Yale University.

Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Asep Saepudin Jahar, menyampaikan bahwa capaian ini merupakan hasil kerja keras seluruh sivitas akademika dalam membangun tradisi akademik yang kuat, baik di bidang studi keagamaan maupun disiplin ilmu lainnya. 

“Capaian ini adalah buah dari kolaborasi dan dedikasi sivitas akademika UIN Jakarta dalam membangun tradisi akademik yang kokoh dan berdaya saing global,” ujarnya.

Ia berharap prestasi ini dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan, sekaligus mendorong UIN Jakarta untuk masuk dalam pemeringkatan pada berbagai bidang lainnya.

Asep menegaskan bahwa capaian ini juga menjadi tanggung jawab bersama untuk terus memperkuat tradisi akademik.

“Ini bukan hanya capaian, tetapi juga tanggung jawab kita untuk terus meningkatkan kualitas dan memperkuat tradisi akademik di UIN Jakarta,” tegasnya.

Asep juga memberi apresiasi kepada Kementerian Agama (Kemenag) atas dukungan yang terus diberikan, khususnya melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Islam dan Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam.

“Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan Kementerian Agama RI yang senantiasa mendorong peningkatan mutu perguruan tinggi keagamaan Islam, terutama UIN Jakarta,” ujarnya.

Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Kemenag menilai capaian ini semakin menegaskan posisi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) sebagai bagian dari perguruan tinggi global yang memiliki daya saing tinggi di bidang studi keagamaan. 

Dalam pemeringkatan tersebut, tiga PTKIN berhasil menembus peringkat dunia, yakni UIN Syarif Hidayatullah Jakarta (29), UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta (37), dan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang (130).

Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Sahiron Syamsuddin, menilai capaian ini merupakan indikator kuat keberhasilan strategi internasionalisasi PTKIN. 

“Di tengah ketatnya persaingan global, hanya sedikit perguruan tinggi di Indonesia bahkan Asia yang mampu menembus 50 besar dunia pada bidang studi tertentu,” ujarnya.

Ia menambahkan, capaian ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi internasional, meningkatkan kualitas riset, serta memperluas pengakuan global terhadap PTKIN sebagai pusat unggulan studi keagamaan. 

“Prestasi ini layak kita rayakan bersama, sekaligus menjadi penyemangat untuk terus meningkatkan mutu dan daya saing PTKIN di kancah internasional,” jelasnya.

Sahiron berharap keberhasilan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi internasional, meningkatkan kualitas riset, serta memperluas pengakuan global terhadap PTKIN sebagai pusat unggulan studi keagamaan. * (putri)