Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Kick-Off Pekan Jamu 2026, Kepala BPOM Sebut Ekosistem Jamu Terus Berkembang

Kepala BPOM Taruna Ikrar memberikan keterangan pers usai membuka rangkaian Pekan Jamu 2026 di Aula Bhinneka Tunggal Ika BPOM, Selasa (2/6/2026). foto: ist

SuaraTani.com - Jakarta| Kepala BPOM Taruna Ikrar membuka rangkaian Pekan Jamu 2026 melalui kegiatan Kick-Off Pekan Jamu 2026 yang berlangsung di Aula Bhinneka Tunggal Ika BPOM, Selasa (2/6/2026). 

Berbagai kegiatan edukatif, promotif, dan kolaboratif akan diselenggarakan selama Pekan Jamu 2026 pada 2- Juni 2026. 

Kegiatan ini digelar dalam rangka memperingati Hari Jamu Nasional yang jatuh setiap tanggal 27 Mei. Pekan Jamu 2026 ini mengangkat tema “Menjamu Masa Depan dengan Jamu”, yang mencerminkan semangat untuk membawa jamu naik kelas dan mendunia.

Taruna Ikrar menjelaskan, peringatan Hari Jamu Nasional menegaskan posisi jamu sebagai identitas bangsa dan bagian dari masa depan kesehatan Indonesia. 

“Pada 2023, Budaya Jamu Sehat ditetapkan oleh United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO) sebagai Warisan Budaya Tak Benda. Pengakuan dunia ini harus dijaga melalui perluasan pengembangan dan pemanfaatan jamu, tidak hanya di dalam negeri, tetapi juga di luar negeri,” jelas Taruna.

Dikatakannya, saat ini ekosistem jamu di Indonesia terus berkembang melalui dukungan berbagai komunitas dan sentra jamu di berbagai daerah. 

“Perkembangan ini tidak lepas dari keterlibatan akademisi dan peneliti, serta peningkatan minat masyarakat terhadap produk natural dan wellness berbasis bahan alam,” jelasnya.

Jamu dibutuhkan untuk membantu menjaga kesehatan. Masyarakat dunia kini ingin kembali ke bahan alam. Kecenderungan global yang dipadukan dengan potensi kekayaan alam Indonesia akan menjadi peluang pengembangan jamu.

Taruna menyatakan, ada 3 hal yang bisa dilakukan bersama. Pertama, bagaimana mempertahankan budaya mengonsumsi dan memanfaatkan jamu. 

Kedua, agar nilai tambahnya lebih baik, perlu dilakukan penguatan riset dan inovasi jamu. Ketiga, kolaborasi seluruh pemangku kepentingan sehingga jamu bisa dihilirisasi dan dinikmati oleh lebih banyak orang.

Menurut Taruna, selama Pekan Jamu 2026, rangkaian kegiatan yang akan digelar yakni seminar dan talkshow ilmiah mengenai inovasi dan hilirisasi produk bahan alam, peningkatan literasi regulasi bagi mahasiswa dan pelaku usaha.

Kemudian, layanan konsultasi terpadu BPOM DEKAT (desk terintegrasi), serta promosi pengembangan kosmetik berbahan alam Indonesia.

Puncaknya, pada 7 Juni nanti akan diselenggarakan Festival Jamu Nusantara 2026 di kawasan Hutan Kota Gelora Bung Karno (GBK) Senayan atas kerja sama BPOM dengan Gabungan Pengusaha Jamu dan Obat Tradisional Indonesia (GP Jamu). 

“Festival ini diharapkan menjadi ruang kolaborasi nasional yang mempertemukan regulator, industri, UMKM, komunitas, akademisi, pelaku wellness, dan masyarakat dalam memperkuat ekosistem jamu Indonesia dari hulu hingga hilir,” jelasnya.

Tampak hadir pada acara Kick-Off hari ini, antara lain perwakilan GP Jamu, Ikatan Apoteker Indonesia (IAI), dan Gabungan Perusahaan Farmasi Indonesia (GP Farmasi). 

Selain itu, hadir perwakilan akademisi dari beberapa perguruan tinggi di Indonesia. Tidak ketinggalan Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) BPOM Ny. Elfi Taruna Ikrar.

Ketua Umum GP Jamu Jony Yuwono menyampaikan dukungan penuh terhadap gelaran Pekan Jamu 2026. “35% herbal dunia berada di Indonesia, menunjukkan betapa besar potensi kekayaan alam yang dimiliki Indonesia. 

"Tak hanya kekayaan alam, Indonesia juga memiliki budaya sehat jamu. Melalui Pekan Jamu, kami ingin menunjukkan besarnya potensi jamu untuk dimanfaatkan secara maksimal,” jelas Jony Yuwono.

Dukungan penuh juga diberikan oleh Guru Besar dalam bidang Farmakognosi dan Fitokimia di Fakultas Farmasi Universitas Airlangga Sukardiman. 

“Jamu Indonesia harus menjadi raja dan tuan rumah di negeri sendiri,” tegasnya.

BPOM terus mendorong kolaborasi academic-business-government (ABG) dapat dioptimalkan dalam pengembangan produk inovasi obat bahan alam. 

Melalui Pekan Jamu 2026, BPOM berharap kolaborasi berbagai pemangku kepentingan semakin memperkuat ekosistem jamu nasional sehingga jamu Indonesia mampu berkembang sebagai produk kesehatan berbasis budaya yang berdaya saing di tingkat global. * (erna)