Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

KKP-Kementan Kerja Sama Bangun Integrated Farming dengan Budidaya Lele Bioflok

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono bersama Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo membahas kerja sama implementasi program Integrated Farming dalam rangka mewujudkan ketahanan pangan di Indonesia. suaratani.com - ist

SuaraTani.com – Jakarta| Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menyambut baik kerja sama yang dilakukan bersama Kementerian Pertanian (Kementan) dalam rangka mewujudkan ketahanan pangan di Indonesia. 

Pihaknya mendukung penuh implementasi program Integrated Farming dengan menyiapkan infrastruktur bioflok untuk kegiatan budidaya melengkapi kegiatan pertanian di satu kawasan.

“Sinergi ini saya kira sudah pas. Program yang dirancang Kementerian Pertanian dalam membangun integrated farming di wilayah Indonesia. Nah, sektor perikanan bisa masuk di sini dengan budidaya lele sistem bioflok,” ujar Menteri Trenggono dalam pertemuannya dengan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo di Jakarta, Kamis (31/3/2022).

Integrated Farming sendiri merupakan model pertanian integrasi yang meliputi budidaya mina padi, kelapa genjah, jeruk, rumah hidroponik (sayuran), bebek, ikan nila dan budidaya lele sistem bioflok dalam satu kawasan berbasis korporasi. 

Peran KKP menyediakan alat untuk membangun budidaya sistem bioflok di wilayah integrated farming yang telah ditetapkan.

“Kita bisa langsung engage di mana wilayahnya, opsinya, bisa kita tetapkan di kampung yang kering. Kita siap selama tujuannya baik untuk rakyat, akan kita lakukan,” tegas Menteri Trenggono.

Untuk mendukung ketahanan pangan dan pertumbuhan ekonomi nasional, Menteri Trenggono mengungkapkan, KKP memiliki tiga program terobosan di bidang perikanan tangkap dan juga budidaya. Meliputi penerapan kebijakan penangkapan terukur berbasis kuota di setiap WPPNRI untuk keberlanjutan ekologi, peningkatan PNBP dan kesejahteraan nelayan.

Kemudian pengembangan perikanan budidaya yang berorientasi ekspor dengan komoditas unggulan antara lain udang, lobster, kepiting, dan rumput laut. Lalu pembangunan kampung perikanan budidaya sesuai dengan kearifan lokal untuk pengentasan kemiskinan sekaligus menjaga komoditas bernilai ekonomis tinggi dari kepunahan.

Sementara itu, Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo menyatakan bahwa pihaknya siap menjalankan kerja sama untuk mewujudkan ketahanan pangan bersama KKP. 

Melalui Integrated Farming, Syahrul yakin bahwa keberadaan lele bioflok dapat melengkapi kebutuhan pangan masyarakat di berbagai wilayah Indonesia.

“Ini saatnya kita (pertanian dan perikanan) menjawab pertanyaan dan keresahan publik di sektor pangan. Kita hadapi bersama di lapangan untuk saling dukung, maka program ini akan jalan,” ungkap Menteri Syahrul.

Kerja sama antara KKP dan Kementan bertujuan untuk menyinkronisasi program peningkatan ketahanan pangan dan gizi, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, melakukan pengkajian, pengembangan, dan penerapan teknologi di bidang pangan dan gizi, meningkatkan ketersediaan pangan dan gizi, mengembangkan dan meningkatkan usaha mikro, kecil, dan menengah, melaksanakan perkarantinaan, jaminan mutu dan keamanan pangan serta melakukan pertukaran informasi.* (putri)