Seorang warga menunjukkan uang kertas rupiah. Di pekan ini, kinerja pasar keuangan masih menunggu data indeks PMI srbagai acuan pergerakan kinerja.suaratani.com-dokSuaraTani.com – Medan| Awal pekan ini, data indeks S&P Global Manufacturing PMI tanah air akan dirilis.
Data PMI tersebut sangat penting dalam memproyeksikan atau melihat kinerja ekonomi tanah air kedepan.
“Data tersebut akan menjadi acuan pergerakan pasar di awal pekan ini,” ujar Analis Keuangan Sumatera Utara (Sumut), Gunawan Benjamin di Medan, Senin (3/7/2023).
Selain data PMI, ada FOMC minutes serta beberapa data penting ketenaga kerjaan yang akan di rilis Amerika Serikat di akhir pekan ini.
FOMC minutes yang menurutnya akan memberikan pengaruh besar bagi pergerakan pasar, sementara data ketenaga kerjaan akan menjadi pertimbangan pasar dalam melihat dinamika kebijakan yang akan diambil nantinya.
Namun sebelum ke data-data tersebut, selama libur panjang Idul Adha, Bank Sentral AS justru memberikan isyarat akan adanya kenaikan suku bunga acuan selanjutnya.
Bahkan hal yang paling menakutkan adalah bahwa target inflasi AS (2%) baru akan terealisasi di tahun 2025 mendatang.
Yang mengindikasikan bahwa masalah inflasi AS masih jauh dari kata selesai. Dan mengindikasikan juga bahwa suku bunga tinggi akan bertahan untuk waktu yang lebih lama.
Dan selama inflasi belum mencapai 2%, maka potensi gangguan ekonomi seperti resesi sangat terbuka.
Ancaman resesi tersebut tentunya akan jadi kabar buruk bagi pasar saham. Karena kinerja emiten di pasar saham akan sangat terbebani oleh bunga tinggi.
Selanjutnya, kata melihat ada potensi pasar bergerak dalam tekanan di pekan ini. Rencana kenaikan bunga acuan Bank Sentral AS akan memicu terjadinya tekanan pada mata uang rupiah.
Rupiah diperkirakan akan bergerak melemah dalam rentang 14.950 hingga 15.150 per dolar Amerika Serikat.
Untuk kinerja IHSG, masih bergerak volatile dengan potensi bergerak dalam rentang 6.600 hingga 6.730.
Untuk harga emas, selama libur panjang Idul Adha, emas sempat anjlok di kisaran angka US$1.897 per ons troy nya. Meskipun berbalik dan menguat kembali di atas US$1.900 per ons troy.
Saya memperkirakan harga emas dalam sepekan kedepan akan bergerak dalam rentang US$1.900 hingga US$1.950 per ons troy. *(ika)

