Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Dongkrak Produktivitas Perikanan Budidaya Lewat Modeling Komoditas

Direktur Jenderal Perikanan Budi Daya, Tb. Haeru Rahayu.suaratani.com-ist

SuaraTani.com – Jakarta| Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengembangkan modeling berbasis kawasan untuk 5 komoditas unggulan yaitu udang, rumput laut, nila, kepiting dan lobster.

Langkah ini sebagai upaya akselerasi pengembangan perikanan budidaya berkelanjutan di Indonesia.

Direktur Jenderal Perikanan Budi Daya, Tb. Haeru Rahayu, memaparkan strategi KKP dalam mendongkrak produksi komoditas unggulan ekspor asal Indonesia, salah satunya melalui upaya pembangunan modeling. 

Sebelumnya KKP telah membangun modeling tambak udang berbasis kawasan di Kebumen Jawa Tengah. Selanjutnya KKP juga akan persiapan pembangunan budidaya udang terintegrasi hulu dan hilir di Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur.

"Pembangunannya mengedepankan prinsip keberlanjutan lingkungan, serta mengutamakan penyerapan tenaga kerja lokal. Diharapkan dari program pembangunan modeling dan revitalisasi tambak udang, nantinya ada peningkatan ekspor udang Indonesia menjadi US$2,1 miliar pada tahun 2024," ujar Tebe

Lebih lanjut, Tebe menjelaskan bahwa modeling budidaya rumput laut juga telah terbangun di Wakatobi, Maluku Utara. 

Menindaklanjuti arahan Presiden Joko Widodo mengenai industri hilirisasi sektor kelautan dan perikanan, KKP saat ini akan persiapan dalam program pembangunan modeling rumput laut di Maluku Tenggara dan Rote Ndao.

"Dengan program pembangunan modeling tersebut, diharapkan nantinya ada peningkatan ekspor rumput laut Indonesia menjadi US$658 juta pada 2024," papar Tebe.

Selain itu, KKP juga sedang mempersiapkan program modeling budidaya ikan nila salin. Program ini dilakukan melalui revitalisasi tambak udang di Pantai Utara Jawa yang telah idle. 

Selain itu program tersebut  mendorong alih budidaya yang semula di danau (lake based) ke daratan (land based). Program modeling ini, nantinya juga diharapkan mendorong adanya peningkatan ekspor nila Indonesia menjadi US$77 juta pada tahun ini. 

Tebe juga menjelaskan saat ini KKP akan menyiapkan  program modeling budidaya kepiting. 

Diharapkan melalui program modeling budidaya kepiting, nantinya akan meningkatkan ekspor kepiting Indonesia menjadi US$476 juta pada 2024. 

Selain itu, program modeling budidaya lobster, sebagai upaya mendorong penguatan budidaya lobster melalui  kerjasama dengan negara yang sudah berkembang budidaya lobsternya, untuk berinvestasi lobster di Indonesia. Dengan begitu diharapkan nantinya ada peningkatan ekspor lobster Indonesia menjadi US$25 juta pada tahun 2024.

“Perikanan budidaya menjadi salah satu bidang usaha yang berhasil meraup porsi investasi yang terbesar di sektor kelautan dan perikanan. Terlihat dari data Triwulan III tahun 2023, sub sektor perikanan budidaya menempati peringkat kedua setelah pengolahan perikanan yaitu dengan proporsi 27%,”ungkap Tebe.

Dirjen Tebe juga menyampaikan berdasarkan data FAO 2023, persentase masyarakat dunia yang mengalami kekurangan pangan meningkat dari 7,9% di tahun 2019 menjadi 9,2% pada 2022. 

Kondisi demikian tentunya diprediksi akan adanya peningkatan kebutuhan protein dunia hingga 70%. Tentunya juga akan terjadi meningkatnya permintaan ikan global berlipat ganda antara tahun 2020 hingga 2050. Permintaan tersebut nantinya akan lebih banyak dipenuhi dari produksi perikanan budidaya.

Sebagai informasi, pasar udang global tahun 2023 mencapai US$60,4 miliar, sementara tahun 2033 diprediksi bisa mencapai US$123,8 miliar. Share ekspor udang Indonesia tahun 2022 sebesar 6,7 % dari global. 

Pasar rumpur laut global tahun 2023 mencapai US$16,7 miliar, sementara tahun 2033 diprediksi bisa mencapai US$30,2 miliar. Share ekspor rumput laut Indonesia tahun 2022 sebesar 16,4 % dari global. 

Nilai pasar nila global tahun 2023 mencapai US$13,9 miliar, sementara tahun 2033 diprediksi bisa mencapai US$21,6 miliar. Share ekspor nila Indonesia tahun 2022 sebesar 9,7% dari global. 

Sedangkan potensi pasar kepiting global tahun 2023 mencapai US$879 juta, sementara tahun 2033 diprediksi bisa mencapai US$1,51 miliar. Share ekspor kepiting Indonesia tahun 2022 sebesar 1,9 % dari global. 

Begitu juga lobster, punya potensi pasar global tahun 2023 US$7,2 miliar. Share ekspor lobster Indonesia tahun 2022 sebesar 0,5 % dari global. *(putri)