Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Suhu Mekkah Bakal Ekstrem, Jemaah Haji Diimbau Jaga Stamina

Jemaah haji yang sudah tiba di Mekkah diimbau supaya dapat menjaga stamina dan kesehatan masing-masing mengingat suhu di Mekkah sepanjang musim haji sangat tinggi. foto: ist

SuaraTani.com - Padang| Suhu Mekkah sepanjang musim haji diperkirakan sangat tinggi, menembus 50 derajat celcius. Karena itu, calon jemaah haji Indonesia diimbau supaya dapat menjaga stamina dan kesehatan masing-masing.

Cuaca yang panas dan suhu yang tinggi diperkirakan terekstrem sepanjang sejarah haji. 

"Saya mengimbau agar jemaah tidak perlu khawatir. Tidak perlu gentar, kondisinya memang penuh tantangan. Tapi kalau diniatkan ibadah dan bersabar biasanya diberi kemudahan," kata Anggota Komisi VIII DPR RI John Kenedy Azis usai meninjau Embarkasi Padang, Sumatera Barat, Rabu (22/5/2024).

Selain itu, karena rombongan haji dibagi per regu, ia mengingatkan kepada seluruh jemaah agar bersiap diri dan saling membantu antara sesama jemaah lainnya. 

"Maka saya imbau bagi jemaah nanti yang mampu, saling tolonglah dengan jemaah yang kurang mampu dalam menunaikan ibadahnya. Saling peka juga terhadap teman serombongan," kata John.

Saling membantu penting, apalagi di tengah jumlah lansia dalam jemaah haji Indonesia yang cukup banyak. Dimana realitasnya, antrian haji yang menahun membuat jumlah jemaah haji lansia tak terelakkan. 

Bahkan dari tinjauan di Sumbar, total jemaah yang berusia 60 tahun ke atas tahun ini mencapai 40 dari total kuota haji di provinsi ini.

"Saling tenggang rasa dan saling membantu ya. Jangan merasa kalau diri sehat, maka membiarkan begitu saja teman rombongannya. Sehingga nanti yang (jemaah) lainnya tertinggal," tukas John. 

Sebelumnya, Kepala Daerah Kerja Makkah Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Khalilurrahman mengimbau agar jemaah haji yang baru tiba di Mekkah, untuk meminimalkan sengatan matahari langsung akibat naiknya suhu udara.

"Jemaah haji sebaiknya lebih banyak beribadah di hotel. Terutama, jemaah lansia yang memiliki risiko tinggi agar tidak memaksakan diri untuk shalat di Masjidil Haram. Kecuali mereka yang sehat dan kuat," ungkapnya. * (wulandari)