Kunjungan Kerja Spesifik Komisi IV ke kebun buah dan pembibitan di Kandeman, Kabupaten Batang, Provinsi Jawa Tengah, pada Kamis (29/01/2026). foto: istPenegasan tersebut disampaikan Wakil Ketua Komisi IV DPR Abdul Kharis saat Komisi IV DPR RI melaksanakan Kunjungan Kerja Spesifik ke kebun buah dan pembibitan di Kandeman, Kabupaten Batang, Provinsi Jawa Tengah, Kamis (29/1/2026).
Abdul mengatakan, pemanfaatan teknologi berbasis data merupakan fondasi penting agar kegiatan berkebun tidak lagi dilakukan secara konvensional, melainkan melalui pendekatan presisi yang mampu meningkatkan kualitas hasil dan efisiensi biaya produksi.
“Salah satu yang dihadirkan dalam rapat ini adalah laboratorium tanah keliling. Dengan fasilitas ini, kandungan dan karakteristik tanah dapat diketahui secara langsung, sehingga kebutuhan pupuk bisa ditentukan secara tepat dan terukur,” ujar Abdul dalam keterangan tertulisnya, Jumat (30/1/2026).
Ia menjelaskan, teknologi uji tanah memungkinkan petani memahami kondisi lahannya secara ilmiah. Dengan demikian, penggunaan pupuk dan sarana produksi lainnya dapat disesuaikan secara presisi, menghindari pemborosan, sekaligus menjaga kesuburan tanah dalam jangka panjang.
Abdul Kharis juga menyoroti pentingnya pemanfaatan teknologi digital di sektor pertanian, khususnya penggunaan Internet of Things (IoT) dan aplikasi pertanian berbasis digital.
“Untuk menghasilkan buah atau tanaman yang baik, teknologi juga harus hadir melalui pemanfaatan IoT. Saat ini sudah ada beberapa aplikasi yang memungkinkan pengelolaan kebun dilakukan secara lebih akurat dan efisien, dan ini perlu kita dorong penerapannya,” jelasnya.
Menurutnya, integrasi antara teknologi uji tanah, IoT, dan aplikasi pertanian akan mendorong terwujudnya sistem pertanian hortikultura modern yang berbasis data.
Sistem ini dinilai mampu meningkatkan produktivitas, kualitas hasil panen, serta ketepatan pengambilan keputusan di tingkat petani.
Ia menegaskan bahwa tujuan utama penerapan teknologi pertanian bukan semata peningkatan produksi, melainkan memastikan bahwa aktivitas berkebun memberikan dampak ekonomi nyata bagi petani.
“Saya berharap seluruh petani buah di Indonesia, apa pun buah yang ditanam, dapat memanfaatkan teknologi ini untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari dan meningkatkan kesejahteraan mereka. Jangan hanya menanam, tetapi tidak pernah merasakan hasilnya secara layak,” tegasnya.
Dalam kunjungan tersebut, Komisi IV DPR RI juga meninjau kebun kelengkeng dan area pembibitan yang dinilai sangat potensial untuk dikembangkan sebagai hortikultura berbasis teknologi. Kondisi lahan di Kandeman dinilai mendukung penerapan pertanian presisi yang berkelanjutan.
Menurutnya, apabila pemanfaatan teknologi pertanian ini dapat diterapkan secara masif dan didukung kebijakan yang tepat, maka sektor hortikultura berpotensi menjadi penggerak ekonomi keluarga petani sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.
“Teknologi pertanian yang tepat akan meningkatkan nilai tambah hasil kebun dan memastikan pertanian benar-benar menjadi sumber kesejahteraan bagi petani,” tutup Abdul Kharis. * (wulandari)

