Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

BKSAP Dorong Penguatan Investasi dan Perlindungan PMI di Korsel

Wakil Ketua Komisi IX Charles Honoris foto bersama usai memimpin pertemuan dengan delegasi parlemen Korea Selatan di Ruang Diplomasi BKSAP, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (10/8/2026). foto: ist

SuaraTani.com - Jakarta| Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI menerima kunjungan delegasi parlemen Korea Selatan (Korsel) dalam rangka memperkuat hubungan dan kerja sama bilateral kedua negara. 

Dalam pertemuan tersebut, DPR RI membahas sejumlah isu, mulai dari perdagangan, ekonomi, investasi, hingga perlindungan pekerja migran Indonesia di Korea Selatan.

Wakil Ketua Komisi IX Charles Honoris yang memimpin pertemuan di Ruang Diplomasi BKSAP, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (10/8/2026), mengatakan, Korea Selatan merupakan salah satu mitra penting bagi Indonesia, baik dalam bidang perdagangan maupun investasi. 

Karena itu, DPR RI terbuka terhadap berbagai masukan dari parlemen Korea Selatan untuk memperkuat kerja sama kedua negara.

"Jadi hari ini kita menerima kunjungan dari delegasi parlemen dari Korea Selatan datang ke sini untuk membangun hubungan yang lebih baik dengan parlemen Indonesia. Dan, banyak hal yang sudah kami bahas dari isu perdagangan, ekonomi, kerjasama people to people dan juga berbagai masukan yang ingin disampaikan kepada kami terkait dengan investasi Korea Selatan yang ada di Indonesia," ujar Charles.

Menurutnya, peningkatan investasi Korea Selatan di Indonesia perlu terus didorong melalui kebijakan pemerintah yang mampu menciptakan iklim kerja sama dan investasi yang semakin baik.

"Kami menganggap Korea Selatan sebagai mitra yang penting bagi Indonesia baik dari sisi perdagangan maupun investasi sehingga kami juga menyampaikan bahwa kami berharap investasi di Korea Selatan akan semakin tinggi di tahun-tahun berikutnya. Dengan begitu, kebijakan yang dihasilkan pemerintah juga harus bisa mendorong ke arah perbaikan kerjasama dan peningkatan investasi," katanya.

Dalam pertemuan tersebut, Charles juga menyoroti keberadaan pekerja migran Indonesia (PMI) di Korea Selatan. Ia menyebut terdapat lebih dari 60 ribu pekerja migran Indonesia yang saat ini bekerja di negara tersebut.

Ia berharap pemerintah Korea Selatan dapat memberikan perlindungan yang baik kepada PMI, mengingat keberadaan mereka tidak hanya berkontribusi terhadap perekonomian keluarga, tetapi juga menjadi bagian penting dalam hubungan kedua negara.

"Dan tadi juga kami sampaikan bahwa hari ini ada lebih dari 60 ribu pekerja migran Indonesia yang bekerja di Korea Selatan dan tentunya kami berharap pemerintah Korea Selatan bisa memberikan perlindungan yang baik kepada pekerja migran kita karena bagi kami pekerja migran Indonesia adalah pahlawan devisa," tutur Charles.

Ia berharap pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh PMI selama bekerja di Korea Selatan dapat dimanfaatkan untuk mendukung pembangunan Indonesia ketika mereka kembali ke Tanah Air.

"Tentu saja bekerja bukan hanya untuk memberikan atau menambah penghasilan bagi keluarga Indonesia tetapi juga bisa di kemudian hari mempraktekkan apa yang mereka dapatkan dari sisi ilmu dan pengetahuan di negara-negara tempat mereka bekerja sekarang untuk membangun Indonesia di kemudian hari," pungkasnya. * (putri)