Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Delapan Komoditas Pangan Capai Swasembada, Bambang Haryadi: Patut Diapresiasi

Wakil Ketua Komisi XII DPR RI Bambang Haryadi. foto: ist 

SuaraTani.com - Jakarta| Wakil Ketua Komisi XII DPR RI Bambang Haryadi menilai capaian pemerintah dalam mewujudkan swasembada delapan komoditas pangan merupakan prestasi yang patut diapresiasi. 

Capaian tersebut perlu disampaikan secara luas kepada masyarakat. Apalagi, menurutnya, selama ini Indonesia bergantung pada impor seperti jagung dan gula.

“Yang pertama terkait soal swasembada pangan. Delapan komoditas yang sudah dinyatakan swasembada tadi ada bawang merah, ada cabai, ada beras, jagung dan sebagainya itu adalah suatu prestasi,” ujar Bambang usai mengikuti Sidang Tahunan MPR RI, Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI, serta Rapat Paripurna di Gedung Nusantara II, DPR RI, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Bambang menilai, capaian swasembada tersebut perlu disampaikan dan disosialisasikan oleh kementerian dan lembaga kepada masyarakat. 

Menurutnya, penyampaian informasi secara utuh penting agar capaian pemerintah tidak bias akibat berbagai isu yang berkembang di media sosial.

“Jangan sampai ada framing di sosial media yang tujuan besarnya apa, (tetapi) dikerdilkan oleh isu-isu yang (membahas) ketidaksempurnaan satu program karena setiap program pasti ada tidak sempurnanya. Nah, ini mari kita sempurnakan bersama,” katanya.

Politisi Fraksi Partai Gerindra itu menuturkan bahwa setiap program pemerintah tentu memiliki kekurangan yang perlu diperbaiki. 

Meski demikian, kekurangan tersebut, menurutnya, tidak seharusnya menghilangkan apresiasi terhadap capaian yang telah diraih. 

Karena itu, ia mendorong agar berbagai kekurangan dalam program diperbaiki bersama tanpa mengabaikan capaian yang sudah ada.

Bambang juga menyoroti program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menurut Presiden Prabowo Subianto akan tetap dilanjutkan dengan evaluasi dan efisiensi. Ia menilai evaluasi diperlukan agar pelaksanaan program tersebut semakin baik.

Bambang juga menyampaikan sikap tegas Presiden terhadap praktik korupsi yang mengatasnamakan program MBG. Presiden mengutuk keras tindakan tersebut karena menyangkut program makanan bagi anak-anak sekolah.

“Beliau sangat marah tadi, mengutuk keras bahwa koruptor atas nama program makanan untuk anak-anak sekolah ini itu perbuatan yang biadab, yang tidak berguna kemanusiaan,” ujar Bambang. * (jasmin)