SuaraTani.com - Medan| Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution mengalokasikan bantuan permodalan senilai Rp50 miliar bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) pada tahun 2027.
Program tersebut disiapkan untuk memperkuat ekosistem kewirausahaan sekaligus mendukung target nasional menciptakan 10 juta wirausaha baru.
"Angkatan kerja kita sebesar 8 juta lebih (data BPS Sumut 8,16 juta orang), dari jumlah itu sekitar 5% belum masuk dunia kerja atau usaha. Dan ini PR (pekerjaan rumah) kami," kata Bobby Nasution saat menghadiri Bursa Wirausaha Unggulan yang diselenggarakan Universitas Sumatera Utara (USU) di Auditorium USU, Medan, Kamis (20/8/2026).
Turut hadir Menteri UMKM RI Maman Abdurrahman, Wakil Kepala BRIN Amarulla Octavian, Rektor USU Prof Muryanto Amin, ratusan pelaku UMKM, mahasiswa, serta sejumlah pejabat.
Karena itu, kata Bobby, dengan program peningkatan dan pengembangan UMKM ini, berbagai pihak turut serta mendorong upaya menyejahterakan masyarakat, membuka lapangan pekerjaan.
"Tentu kami sangat berterima kasih. Karena upaya ini memang butuh kolaborasi bersama," jelasnya.
Pada kegiatan bertema "Berani Mulai, Bertumbuh, dan Siap Berdampak" tersebut, Bobby Nasution mengatakan Sumut memiliki sekitar 1,4 juta unit UMKM dengan rasio kewirausahaan mencapai 4,1% berdasarkan data Dinas Koperasi dan UMKM Sumut.
Dari jumlah itu, 98,9% merupakan usaha mikro dan kecil. Sektor kuliner dan pariwisata menjadi kekuatan utama Sumut yang memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan.
Karena itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut berkomitmen memberikan dukungan, terutama dalam memperluas akses permodalan bagi pelaku usaha.
"Kalau kuliner kita memang hanya dua pilihan, enak atau enak kali. Namun memang dalam perkembangannya, sebagian besar tuntutannya adalah permodalan. Makanya seperti Bank Sumut, kami sudah salurkan bantuan usaha dengan bunga sangat ringan. Termasuk tahun depan rencananya kita akan kucurkan Rp50 miliar bantuan usaha untuk UMKM," jelasnya.
Selain akses pembiayaan, Bobby Nasution menegaskan pelaku UMKM juga membutuhkan pelatihan dan pembinaan melalui program inkubasi usaha.
Pembinaan tersebut mencakup manajemen usaha, konsultasi bisnis, fasilitasi pembiayaan, hingga promosi produk agar usaha dapat berkembang secara berkelanjutan.
Program Kesejahteraan Rakyat
Menteri UMKM Maman Abdurrahman yang hadir dalam kegiatan tersebut, mengapresiasi komitmen Gubernur Bobby Nasution dalam memperkuat sektor UMKM di Sumut.
Menurutnya, Kementerian UMKM tengah menjalankan Program Kesejahteraan Rakyat (Prokesra) Produktif sebagai strategi nasional untuk memperkuat sistem kewirausahaan.
"Jadi program ini memberikan pelatihan hingga membantu akses pembiayaan bagi masyarakat. Dan yang terpenting adalah bagaimana pelaku UMKM bisa memanajemen keuangannya dengan baik. Modal usaha tidak bisa dipakai ke tempat lain, harus fokus. Tetapi yang bisa itu adalah margin-nya atau keuntungan yang kita kategorikan sebagai gaji," jelas Maman.
"Memang kesannya kurang cocok dari segi pendekatan sosial. Tetapi kalau kita berpandangan ke depan untuk kesejahteraan, memang harus serius pengelolaannya," sambungnya.
Maman berharap USU bersama seluruh pemangku kepentingan terus mendorong peningkatan kapasitas pelaku UMKM, sehingga semakin banyak usaha mikro dan kecil yang mampu naik kelas dan menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi daerah.* (junita sianturi)


