SuaraTani.com - Jakarta| Anggota DPR RI Dadang M Naser, mendorong pemerintah memperkuat kemandirian pangan sebagai bagian dari upaya mewujudkan Indonesia yang berdaulat.
Menurutnya, hal tersebut sejalan dengan tema HUT ke-81 Kemerdekaan RI, yaitu Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur.
Dadang mengatakan, sebagai negara agraris, Indonesia semestinya mampu memenuhi kebutuhan pangan nasional melalui produksi dalam negeri, bahkan meningkatkan kapasitas hingga menjadi negara pengekspor komoditas pangan.
"Bagaimana berdaulat di bidang pangan, itu yang terus dikuatkan dalam Astacita Presiden," kata Dadang menjelang Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI 2026 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Ia menilai kemandirian pangan harus dibangun secara menyeluruh, tidak hanya pada komoditas beras, tetapi juga jagung, bawang putih, dan berbagai komoditas pangan strategis lainnya.
"Beras sudah mandiri, ya, tidak lagi impor. Terus jagung dan bahan pangan lainnya. Kita negara agraris harus terus memperkuat kemandirian pangan. Malah kita yang harus ekspor, bukan kita impor," ujarnya.
Dadang juga menyoroti ketergantungan impor bawang putih. Menurutnya, Indonesia pernah mampu memenuhi kebutuhan bawang putih dari produksi dalam negeri sehingga ketergantungan terhadap impor perlu terus ditekan.
"Bawang putih dulu tidak pernah impor. Tahun 90-an itu tidak pernah impor. Sekarang impor besar-besaran, kita perlu tekan," katanya.
Karena itu, Dadang meminta pemerintah memperkuat produksi dan tata kelola sektor pertanian agar ketahanan pangan tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan masyarakat, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan petani.
Kedaulatan pangan kata Dadang, merupakan salah satu fondasi utama kedaulatan negara. Ketergantungan yang tinggi terhadap impor pangan dapat membuat Indonesia lebih rentan terhadap perubahan kondisi global.
"Sudah saatnya kita berdaulat di bidang pangan," tegas Dadang. * (putri)


