Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Puan Minta Pemerintah Percepat Pendataan Korban Gempa NTT

Ketua DPR RI, Puan Maharani. foto: ist

SuaraTani.com - Jakarta| Ketua DPR RI, Puan Maharani menyampaikan keprihatinan atas bencana gempa bumi yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) dan sekitarnya. 

Ia pun meminta Pemerintah bergerak cepat untuk memastikan kecepatan penanganan terhadap warga terdampak gempa.

“Pemerintah harus bergerak cepat untuk menangani dampak gempa, dan merespons cepat kebutuhan warga terdampak,” kata Puan dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu (15/8/2026).

Diketahui, gempa berkekuatan M 7 yang berpusat di di Mbay, Kabupaten Nagekeo, NTT, terjadi pagi tadi. Gempa ini dirasakan di sejumlah wilayah, dan menyebabkan dampak yang cukup besar di pusat gempa dan wilayah utara Flores mulai dari Maumere, Ngada, dan Manggarai.

Gempa di NTT sempat menimbulkan tsunami kecil di beberapa tempat, meski kini status peringatan dini tsunami sudah dicabut. Besarnya kekuatan gempa pun menyebabkan banyak bangunan runtuh, dan membuat masyarakat panik.

Saat ini Pemprov NTT tengah memeriksa detail korban dan kerusakan akibat gempa, terutama yang berada di daerah pedalaman. Puan meminta agar pendataan dipercepat.

“Pendataan yang cepat dapat memudahkan penanganan pascagempa sehingga kebutuhan korban dapat segera diberikan,” jelas Puan.

Meski peringatan dini telah dicabut, Puan meminta Pemerintah untuk terus melakukan pemantauan di wilayah terdampak. Ia juga mengimbau masyarakat menjauhi laut untuk sementara waktu.

Pemerintah juga diminta memberikan bantuan kepada para wisatawan yang ikut menjadi korban gempa. Hal ini menyusul gempa dirasakan cukup besar di kawasan Labuan Bajo, Manggarai Barat, yang merupakan destinasi wisata di NTT.

Saat gempa terjadi, ratusan wisatawan domestik dan mancanegara sempat berhamburan keluar dari hotel. Sejumlah resor hingga hotel di Labuan Bajo juga terlihat rusak parah akibat gempa.

“Para wisatawan ini jauh dari rumahnya. Pemerintah harus memastikan mereka mendapat pertolongan, khususnya bagi wisatawan yang tempatnya menginap rusak,” jelas Politisi Fraksi PDI-Perjuangan itu.

Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) mencatat Flores Back-Arc Thrust menjadi salah satu bencana paling mematikan di Indonesia di mana gempa Flores pada 1992 diakibatkan oleh aktivitas sesar ini dan menelan 2.500 korban jiwa.

Puan meminta Pemerintah untuk memitigasi potensi gempa susulan, apalagi banyak informasi yang beredar mengenai akan terjadinya gempa besar lagi di NTT.

Ia juga menegaskan, bantuan logistik harus segera disalurkan kepada warga terdampak gempa secara merata. Khususnya bagi warga yang tempat tinggalnya rusak parah, dan masyarakat di daerah dengan akses yang sulit.

“Dan apabila ada warga yang mengungsi, pastikan tempat pengungsian yang nyaman dan aman. Pengungsian harus ramah terhadap lansia, anak-anak, ibu hamil/menyusui, warga difabel dan yang memiliki penyakit bawaan,” tutup Puan. * (wulandari)