Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Amankan 300 Hektare Persawahan, Pengendali Banjir Karangligar Dipastikan Beroperasi Oktober

Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa meninjau kesiapan operasional infrastruktur pengendali banjir di Desa Karangligar, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat pada Kunjungan Kerja Spesifik, Jumat (18/09/2026). foto: ist

SuaraTani.com - Karawang| Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa memastikan pembangunan infrastruktur pengendali banjir di Desa Karangligar, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat sudah dapat difungsikan pada akhir Oktober atau November 2026. 

Proyek yang ia kawal sejak November 2025 ini dinilai menunjukkan progres signifikan dalam kurun waktu sembilan bulan.

Saan datang kembali meninjau langsung kesiapan operasional infrastruktur tersebut pada Kunjungan Kerja Spesifik, Jumat (18/09/2026). 

Ia menjelaskan genangan air di kawasan yang kerap dilanda banjir tersebut dapat ditekan secara drastis hingga tersisa maksimal 30 persen, yang nantinya akan ditangani menggunakan sistem pompa.

"Jadi tahun ini minimal masyarakat di Kalang Ligar itu relatif bisa lebih tenang dibandingkan  tahun-tahun sebelumnya. Jadi walaupun belum 100%, tapi di akhir tahun ini, akhir Oktober atau November, sudah bisa fungsional. Jadi ketika ada banjir, ini sudah bisa berfungsi dengan baik," kata Saan.

Politisi Partai NasDem itu mengatakan, penyelesaian total atau 100 persen bebas banjir akan dicapai melalui pengerjaan tahap kedua pada tahun 2027 mendatang. 

Pada tahap tersebut, pemerintah akan merampungkan pembangunan tanggul dan saluran pembuang air di Sungai JBR.

Selain mengamankan permukiman, pengoperasian infrastruktur ini juga diproyeksikan menyelamatkan lebih dari 300 hektare lahan persawahan yang selama 20 tahun terakhir rutin terendam banjir.

Menurut Saan, langkah ini merupakan bagian krusial dalam menjaga ketahanan pangan dan mempertahankan status swasembada yang berkelanjutan, mengingat Kabupaten Karawang adalah salah satu lumbung padi nasional.

"Jadi dengan 300 hektare terselamatkan, bisa dihitung, kalau 1 tahun misalnya paling jelek 2 kali panen, misalnya 2 kali panen, rata-rata 1 katil panen 1 hektare 7 ton, kalikan saja 300 hektare, kali 2 kali, kali 3 tahun. Jadi ini akan memberikan dampak positif yang sangat luar biasa terhadap semua sektor kehidupan," jelasnya.* (putri)