Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Nilai Ekspor Bonggol Jagung Sumut ke Jepang Tembus Rp1 Miliar

Petugas Karantina Sumut melakukan serangkaian tindakan karantina, mulai dari pemeriksaan administrasi dan fisik hingga pengambilan sampel untuk pengujian laboratorium. foto: ist

SuaraTani.com - Medan| Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (Karantina) Sumatera Utara (Sumut) kembali mengawal pengiriman komoditas pertanian ke pasar internasional. 

Sebanyak 126.000 kilogram atau 126 ton bonggol jagung giling diperiksa sebelum dikirim untuk memenuhi permintaan industri di Jepang, Jumat (28/8/2026).

Kinerja ekspor komoditas tersebut menunjukkan tren positif dari sisi nilai ekonomi. Sepanjang 2026, nilai ekspor bonggol jagung giling mencapai Rp1.089.039.000 dari lima kali pengiriman. Nilai tersebut meningkat dibandingkan 2025 yang mencapai Rp451.562.000 dari tujuh kali pengiriman.

Sebelum diberangkatkan, petugas Karantina Sumut melakukan serangkaian tindakan karantina, mulai dari pemeriksaan administrasi dan fisik hingga pengambilan sampel untuk pengujian laboratorium.

Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan komoditas yang diekspor memenuhi persyaratan kesehatan tumbuhan dan terbebas dari Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK).

Selain itu, Karantina juga mengawasi pelaksanaan perlakuan fumigasi sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Hasil pemeriksaan menjadi dasar penerbitan phytosanitary certificate atau sertifikat kesehatan tumbuhan sebagai salah satu dokumen persyaratan ekspor.

Kepala Karantina Sumut, N Prayatno Ginting, mengatakan pihaknya terus berkomitmen memberikan pelayanan sekaligus memastikan setiap komoditas yang dilalulintaskan memenuhi persyaratan karantina negara tujuan.

“Kami akan terus berupaya maksimal mendorong ekspor agar berjalan lebih baik, lancar, dan aman sesuai dengan persyaratan karantina,” ujar Ginting dalam siaran pers yang diterima di Medan, Selasa, (1/9/2026). 

Menurut Prayatno, pelayanan karantina yang profesional dan responsif menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran perdagangan sekaligus meningkatkan daya saing komoditas unggulan daerah.

Pengiriman bonggol jagung giling ke Jepang tersebut menunjukkan bahwa komoditas pertanian asal Sumut memiliki peluang untuk terus dikembangkan di pasar internasional.

"Melalui pengawasan dan fasilitasi ekspor, Barantin berkomitmen memastikan komoditas Indonesia dapat memenuhi standar negara tujuan sekaligus mendorong peningkatan nilai ekonomi bagi pelaku usaha dan daerah," tutup Ginting. * (junita sianturi)