Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Atasi Karhutla, BRIN dan TNI AU Siapkan Pengaktifan Kembali Konsol Hujan Buatan

Pemeriksaan kondisi peralatan oleh Tim Depohar 10 TNI AU yang dipimpin Taufik Yulianto di Kawasan Sains dan Teknologi (KST) B.J. Habibie, Serpong, Tangerang Selatan, Selasa (20/10/2026). foto: ist

SuaraTani.com - Serpong| Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama TNI Angkatan Udara (AU) mempersiapkan pengaktifan kembali konsol hujan buatan untuk memperkuat teknologi pendukung Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dalam penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia.

Langkah tersebut diawali dengan pemeriksaan kondisi peralatan oleh Tim Depohar 10 TNI AU yang dipimpin Taufik Yulianto di Kawasan Sains dan Teknologi (KST) B.J. Habibie, Serpong, Tangerang Selatan, Selasa (20/10/2026). 

Kunjungan tersebut menjadi rangkaian kegiatan Tim Desk Terpadu Operasi Modifikasi Cuaca. Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui kondisi fisik dan kesiapan teknis konsol hujan buatan yang direncanakan menjalani perbaikan di Bandung sebelum dapat dimanfaatkan kembali dalam kegiatan modifikasi cuaca.

Manajer Objek Vital Nasional (Obvitnas) dan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) KST B.J. Habibie BRIN, Agus Basuki, menjelaskan bahwa pemeriksaan tersebut merupakan langkah awal untuk memastikan peralatan yang tersedia dapat dipulihkan fungsinya dan memenuhi persyaratan operasional.

“Kami ingin memastikan bahwa peralatan yang nantinya digunakan dalam operasi modifikasi cuaca benar-benar dalam kondisi layak dan dapat mendukung pelaksanaan operasi secara optimal,” ujar Agus.

Menurutnya, keberadaan peralatan modifikasi cuaca yang berfungsi dengan baik menjadi salah satu faktor pendukung kesiapan operasi, khususnya ketika dibutuhkan respons terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan.

Agus menjelaskan bahwa hasil pemeriksaan oleh Tim Depohar 10 TNI AU akan menjadi langkah awal dalam proses penyiapan perbaikan konsol hujan buatan.

Peralatan tersebut direncanakan dibawa untuk menjalani perbaikan di Bandung guna memulihkan kondisi dan fungsi operasionalnya. 

Setelah proses perbaikan selesai dan konsol dinyatakan layak digunakan, peralatan tersebut diharapkan dapat kembali dimanfaatkan untuk mendukung operasi modifikasi cuaca.

“Setelah seluruh proses perbaikan dan pemeriksaan kelayakan diselesaikan, kami berharap konsol tersebut dapat kembali mendukung pelaksanaan operasi modifikasi cuaca, terutama untuk kebutuhan penanggulangan karhutla,” jelas Agus.

Ia menekankan bahwa kesiapan peralatan merupakan aspek penting dalam mendukung pelaksanaan operasi yang membutuhkan koordinasi teknis antara berbagai pihak.

Karena itu, proses pemeriksaan dan perbaikan perlu dilakukan secara cermat agar fungsi peralatan dapat dipastikan sebelum digunakan kembali.

Selain menjadi langkah awal pemulihan peralatan, kegiatan tersebut juga mencerminkan kerja sama BRIN dan TNI AU dalam mendukung kesiapan teknologi untuk penanganan bencana.

BRIN memiliki kapasitas riset dan pengembangan teknologi modifikasi cuaca, sedangkan dukungan teknis TNI AU melalui Tim Depohar 10 diharapkan dapat membantu proses pemulihan konsol hujan buatan agar kembali memenuhi kebutuhan operasional.

Agus menilai sinergi antarlembaga menjadi penting karena penanggulangan karhutla membutuhkan kesiapan sumber daya, teknologi, dan koordinasi yang baik.

“Penanganan karhutla memerlukan kerja sama berbagai pihak. Melalui sinergi BRIN dan TNI AU, kami berharap peralatan modifikasi cuaca yang tersedia dapat dioptimalkan kembali sehingga dapat memberikan dukungan terhadap upaya penanggulangan bencana di berbagai wilayah Indonesia,” ungkapnya.

Menurutnya, pemanfaatan kembali konsol hujan buatan juga menunjukkan pentingnya pemeliharaan dan optimalisasi infrastruktur teknologi yang telah tersedia agar dapat terus memberikan manfaat. * (putri)