Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Darori Wonodipuro: Industri Karet Harus Mampu Hasilkan Nilai, Dorong Skema BPDP

Komisi IV DPR RI mendorong komoditas karet agar dapat masuk dalam skema Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP). foto: ist

SuaraTani.com - Jakarta| Anggota Komisi IV DPR RI Darori Wonodipuro mengatakan, karet tidak boleh berhenti hanya sebagai bahan mentah, tetapi harus mampu menghasilkan nilai tambah melalui pengembangan industri pengolahan dan berbagai produk manufaktur.

Menurutnya, transformasi sektor karet dari hulu hingga hilir sangat penting mengingat Indonesia merupakan salah satu negara penghasil karet terbesar di dunia. 

Namun, perkebunan karet nasional masih didominasi oleh perkebunan rakyat dengan jutaan keluarga petani yang menggantungkan kehidupannya pada komoditas tersebut.

“Karet ini sebagai dasar pembuatan furnitur, namun kenyataannya banyak perkebunan karet yang masuk kawasan hutan sehingga sering menimbulkan polemik. Masalahnya banyak masyarakat yang menggantungkan perekonomiannya di sana. Sehingga nanti akan kita atur dulu permasalahannya dan dibahas bersama kementerian terkait,” tuturnya dalam rapat Komisi IV DPR dengan APKRAINDO, di Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta, Selasa (6/10/2026).

Pihaknya kata Darori, menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk membangkitkan kembali sektor perkaretan nasional. 

Salah satu agenda utamanya yaitu mendorong komoditas karet agar dapat masuk dalam skema Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP).

“Sekarang dana karet itu masuk nggak dalam peraturan undang-undang? Apabila tidak kami akan segera merekomendasikan bersama Kementerian yang ada. Sebab, apabila tidak ada pengelolaan karet akan sulit mencapai kemakmuran,” jelas Politisi Gerindra ini.

Ia menekankan bahwa upaya tersebut harus diawali dengan pembenahan internal, khususnya dalam meningkatkan kualitas karet yang dihasilkan petani agar memiliki nilai tambah dan memenuhi standar industri. 

Menurutnya, peningkatan kualitas hasil produksi menjadi bagian penting dalam memperkuat posisi tawar petani sekaligus meningkatkan daya saing industri karet Indonesia di pasar global. * (putri)