Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Gunawan: Harga Komoditas Naik, Tapi Tidak dengan Sahamnya

Dalam sebulan terakhir sejumlah saham berbasis komoditas khususnya  komoditas minyak dunia, batu bara ataupun CPO mengalami kenaikan. suaratani.com - dok 

SuaraTani.com - Medan| Kinerja sejumlah emiten berbasis komoditas di Bursa Efek Indonesia (BEI)  seharusnya memang mengikuti pola pergerakan harga komoditas yang ditransaksikan. 

Namun beberapa emiten justeru ragu-ragu untuk naik seiring dengan mulai meningkatnya tekanan di bursa saham belakangan ini. Ditambah lagi kinerja IHSG yang masih kesulitan naik dan menembus level psikologis 6.300.

Analis Keuangan Sumatera Utara (Sumut) Gunawan Benjamin mengatakan, ada faktor tertentu yang menahan kenaikan sejumlah saham berbasis komoditas khususnya  komoditas minyak dunia, batu bara ataupun CPO. 

Dalam sebulan terakhir ini, ketiga komoditas tersebut mengalami kenaikan. Namun, justeru tidak serta merta membuat perusahaan di bursa saham lantas mengalami kenaikan harga yang linier. Bahkan tidak jarang harganya lebih rendah dari harga saham sebulan sebelumnya.

Sebagai contoh, kata Gunawan, harga CPO yang naik dalam sebulan terakhir tidak lantas membuat kinerja harga saham berbasis di BEI  juga turut mengalami kenaikan. 

“Memang, selama sebulan terakhir harga saham berbasis komoditas CPO  bergerak naik turun, tetapi bermuara pada kinerja harga yang tidak jauh berbeda dibandingkan kinerja sebulan sebelumnya,” ujar Gunawan di Medan, Kamis (4/3/2021).

Hal yang sama menurut Gunawan, juga terjadi pada harga saham berbasis batu bara. Dari kinerja yang terlihat harga saham batu bara juga tidak bergerak terlalu jauh jika membandingkan kinerja harga saham sebulan sebelumnya.

Yang terjadi justeru beberapa harga saham lebih rendah dari harga sebulan  lalu. Padahal harga batubara justeru mengalami kenaikan belakangan ini.

“Dari beberapa emiten yang ada di bursa tersebut,  memang bisa disimpulkan bahwa harga saham berbasis komoditas tidak harus linier dengan harga komoditas yang menjadi produksinya,” katanya. 

Gunawan menambahkan, ada banyak pemicu mengapa harga saham berbasis komoditas sulit mengalami kenaikan belakangan ini. Pertama, bisa saja kenaikan harga tidak linier dengan pendapatan perusahaan. Kenaikan harga justru tidak lantas membuat volume penjualan mengalami kenaikan. 

Kedua, terjadi kenaikan harga saham yang sudah memperkirakan kemungkinan kenaikan harga  dimasa mendatang. Hal ini membuat harga saham batubara tidak  merespon kenaikan tersebut.

“Selanjutnya, rasio keuangan yang sudah menunjukan harga saham  berada dalam level wajar atau bahkan kemahalan. Yang terjadi malah koreksi pada harga saham itu sendiri. Jadi ada banyak faktor pendorongnya,” pungkasnya. * (ika)