Seorang warga berswa foto saat mendapatkan suntik vaksin Covid-19 yang digelar Pemko Medan di Lanud Soewondo beberapa waktu lalu. Hingga Mei, baru 26,49% yang mendapat suntik vaksin di Sumut.suaratani.com-ikaSuaraTani.com -Medan| Program vaksinasi massal untuk mencapai herd immunity yang digaungkan Presiden Joko Widodo ternyata masih belum berjalan optimal di Sumatera Utara (Sumut).
Hal ini menurut Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi terlihat dari capaian vaksinasi tahap I dan II yang sudah dilakukan sejak Januari 2021 yang baru mencapai 26,49% per tanggal 31 Mei 2021.
“Berarti masih banyak persentase yang harus kita lakukan,” ujar Gubernur Edy di Medan, Rabu (2/6/2021).
Ia mengatakan, untuk mempercepat pencapaian target, Edy berharap masyarakat memanfaatkan program vaksin massal yang akan dilakukan BUMN dalam waktu dekat yang direncanakan menyiapkan 5000 dosis per per hari.
“Kita lakukan ini, kita kejar, sehingga kita berharap bisa sampai 70%,” kata Edy.
Secara terpisah, juru bicara Satgas Covid-19 Sumut Aris Yudhariansyah mengatakan, capaian 26% itu untuk vaksinasi dosis 1 yang sudah diterima 590.801 orang. Sedangkan untuk yang dosis 2, baru diterima 388.998 orang, atau baru mencapai 17%.
Terbanyak yang sudah divaksin itu SDM Kesehatan baik untuk dosis 1 yang mencapai 101,78% dan dosis 2 sebanyak 92,55%.
Sedangkan untuk lansia yang merupakan tahap II dan dimulai Maret, yang sudah mendapat vaksin dosis 1 baru 8,03%. Sedangkan dosis 2 baru 5,29%.
“Sementara untuk pelayan publik, yang sudah mendapat dosis 1 ada 47,25% dan dosis 2 sebanyak 29,05%,” kata Aris.
Aris menyebutkan, jika dilihat berdasarkan kabupaten/kota, maka Kota Medan menduduki peringkat pertama pelaksanaan vaksinasi Covid-19 dengan capaian 64,98% untuk dosis 1 dan 48,87% dosis 2.
“Sementara yang terendah itu di Kabupaten Nias Utara yang baru 6,77% untuk dosis 1 dan 6,19% untuk dosis 2,” tutup Aris. *(ika)

