Massa yang mengatasnamakan FPKPUM menggelar aksi memprotes perubahan fungsi Terminal Sambu di Balai Kota Medan, Selasa (22/6/2021). suaratani.com-ist
SuaraTani.com – Medan| Perubahan fungsi Terminal Sambu menjadi pasar yang sudah berlangsung cukup lama menarik perhatian belasan massa yang mengatasnamakan Forum Penyelamat Koperasi Pengangkutan Umum Medan (FPKPUM).
Selasa (22/6/2021), FPKPUM pun menggelar aksi unjuk terkait perubahan fungsi tersebut di depan Kantor Wali Kota Medan di Jalan Kapten Maulana Lubis.
"Menurut kami, perubahan fungsi tersebut sangat merugikan Pemko Medan," ujar Ketua FPKPUM, Bangku Sembiring ketika ditemui disela-sela aksi.
Tetapi isu perubahann fungsi Terminal Sambu bukanlah satu-satunya isu yang dibawa.
Massa ternyata juga memprotes kepengurusan KPUM sekarang yang tidak sesuai dengan harapan dan dianggap merugikan pemasukan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Medan.
Kerugian ini disebabkan kinerja pengurus yang buruk sehingga harus dievaluasi.
"Dari tahun ke tahun kinerja kepengurusan sangat buruk. Dan dari hasil RAT tahun 2020, KPUM mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah," sebutnya.
Ditambahkan Bangku, pihaknya juga telah melakukan investigasi mengenai kondisi bisnis KPUM. Dan mereka menemukan kalau dalam pengelolaannya banyak kebocoran yang merugikan Koperasi maupun Pemko Medan.
"Potensi penyelewengan ini kami duga juga ada kerjasama dengan oknum-oknum pihak Pemko Medan yang membuat kerugian bagi Pemko Medan sendiri yang membuat pemasukan PAD hilang," tambahnya.
Karena itu, FPKPUM meminta Wali Kota Medan untuk mengevaluasi dan memilih kepengurusan KPUM yang baru.
Selain itu, mereka juga meminta Pemko Medan mengaudit potensi-potensi penyelewengan anggaran.
"Kami berkeyakinan KPUM masih dapat untuk diselamatkan jika pengelolaan koperasi lebih profesional dan terbuka jika dipimpin oleh kepengurusan yang baru," tutupnya. *(ika)

