Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Jaga Stabilitas Inflasi Sumut, Kota Medan Harus Jaga Harmonisasi dengan Daerah Penghasil Komoditi

Kepala Perwakilan BI Provinsi Sumut Soekowardojo mendampingi Gubernur Edy Rahmayadi dalam Rapat Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Sumut, di Aula Tengku Rizal Nurdin, Senin (28/6/2021).suaratani.com-ist


SuaraTani.com – Medan| Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan (KPw) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) meminta agar Pemerintah Provinsi mau pun Pemerintah Kabupaten dan Kota untuk ikut campur tangan dalam menjaga ketersediaan pasokan bahan makanan terutama komoditas penyebab inflasi. 

“Campur tangan pemerintah itu bisa dilakukan lewat Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Karena tidak bisa seluruhnya dilepas ke pasar, sebab ada peluang gagal,” ujar Kepala Perwakilan BI Provinsi Sumut Soekowardojo dalam Rapat Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID)  Provinsi Sumut di Aula Tengku Rizal Nurdin, Jalan Sudirman Nomor 41 Medan, Senin (28/6/2021).

Soekowardojo menyebutkan, saat ini inflasi Sumut masih cukup rendah, yakni 1,59% pada Mei 2021 jika dibandingkan Mei 2020. Sementara untuk inflasi tahun berjalan tercatat sebesar 0,31%. 

Dengan kondisi ini kata Soekowardojo, pihaknya masih tetap berpatokan pada target inflasi sebesar 3% plus-minus 1, dengan bias ke bawah. Artinya dikisaran 2% hingga 3%.

“Kenapa masih pakai plus-minus? Karena kita belum mampu mengendalikan volatile food, sehingga sulit kita memprediksi. Ini berbeda dengan negara lain seperti Inggris yang untuk jangka panjang menetapkan inflasinya di angka 2%,” sebut Soeko, sapaan akrabnya. 

Ditambahkan mantan Kepala Perwakilan BI Provinsi Jawa Tengah ini, inflasi Sumut 80%nya disumbangkan Kota Medan. Sebagai kota jasa, maka Kota Medan akan bergantung kepada daerah penghasil komoditi seperti Langkat, Deliserdang, Karo, Batu Bara mau pun Simalungun. 

“Untuk itu, Pemerintah Kota Medan diharapkan mampu menjalin komunikasi yang baik dengan daerah penghasil komoditi,” pesan Soeko dalam rapat yang dipimpin Gubernur Edy Rahmayadi dan diikuti secara virtual Wakil Sekretaris Tim Pengendali Inflasi Pusat (TPIP)  Ferry Irawan.

Pada kesempatan tersebut, Soeko juga menyampaikan jika TPID Sumut menjadi nominator dalam TPID Awards 2020, dimana Pelaksana tugas Sekda Provinsi Sumut sudah melakukan presentasi program unggulan TPID Provinsi Sumut “Pekan Horas Tani- Pengembangan Kawasan Hortikultura Strategis Berbasis Kelompok Tani di hadapan TPIP pada 2 Juni lalu. 

“Keunikan Pekan Horas Tani ini adalah pada optimalisasi peran BUMD Pangan dalam Kerja sama Antar Daerah (KAD), BUMD Pangan yang melaksanakan resi gudang sebagai alternatif pembiayaan, dan pelibatan kelompok tani yang diarahkan pada penguatan kelembagaan,” tambahnya. 

Rapat yang juga digelar secara daring itu juga menghadirkan Bupati Banyuwangi Ifuk Fiestiandini sebagai pembicara yang memaparkan kemajuan yang dialami Kabupaten di ujung Pulau Jawa itu. *(ika)