Kepala Perwakilan BI Provinsi Sumut, Soekowardojo, saat memberikan penjelasan dalam satu kegiatan Bincang Bareng Media, beberapa waktu yang lalu.suaratani.com-istSuaraTani.com – Medan| Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan (KPw) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) terus mendorong perluasan implementasi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di Sumut).
Hingga awal Juni, BI Sumut mencatat, terdapat sekitar 299.862 merchant QRIS di Sumut, dimana sebanyak 181.000 atau sekitar 65,5% merupakan merchant dengan skala usaha mikro.
Kepala Perwakilan BI Provinsi Sumut, Soekowardojo, mengatakan, dalam rangka mendorong perluasan dan penggunaan QRIS, BI menaikkan batas maksimal nominal transaksi QRIS menjadi Rp5 juta per transaksi dari sebelumnya yang hanya Rp2 juta per transaksi mulai 1 Mei 2021 lalu.
"Hal ini tidak lain untuk mendorong akselerasi digitalisasi ekonomi dan keuangan yang inklusif dan efisien," ujar Soekowardojo di Medan, Jumat (9/7/2021).
Soekowardojo mengatakan, jika dilihat dari sisi akseptasi, transaksi QRIS di Sumut, juga berada pada tren peningkatan.
Pada bulan April 2021, volume transaksi QRIS di Sumut tercatat sebanyak 525.000 transaksi dengan nominal transaksi sebesar Rp28,8 miliar.
Jika melihat perkembangannya sejauh ini, jumlah merchant di Sumut terus didorong dan masyarakat semakin akrab dengan QRIS.
Tahun ini, BI Sumut menargetkan bisa 500.000 merchant terhubung dengan QRIS di tahun dari saat ini sudah sebanyak 299.862 merchant.
BI pun optimis bisa mencapai target apalagi jika merujuk pada banyaknya pelaku usaha berskala mikro di Sumut.
"Maka target 500.000 merchant akan bisa tercapai di tahun ini. Karena jumlah usaha mikro yang belum menggunakan pembayaran non tunai masih sangat banyak. Nah, ini peluang untuk QRIS. Apalagi di masa pandemi ini, masyarakat lebih memilih bertransaksi secara non tunai," katanya.
QRIS sendiri digunakan untuk transaksi non tunai yang bertujuan untuk mendorong efisiensi transaksi, mempercepat inklusi keuangan dan memajukan UMKM, yang pada akhirnya dapat mendorong pertumbuhan ekonomi.
Transaksi dengan QRIS menguntungkan pembeli dan penjual karena transaksi satu kode QR dapat digunakan untuk semua aplikasi pembayaran pada smartphone.
Jadi keberadaan pengaturan standar pembayaran via QRIS dapat membuat antar sistem, teknis, dan infrastruktur saling terhubung dan saling memproses satu sama lain. *(ika)

