Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

KPPU Minta Distributor Obat dan Oksigen Tidak Timbun Stok

Kepala KPPU Kanwil I Medan, Ramli Simanjuntak.suaratani.com-ist


SuaraTani.com – Medan| Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Kantor Wilayah I Medan melakukan monitoring harga dan ketersediaan obat-obatan terapi Covid-19 dan tabung oksigen di beberapa distributor dan apotek di Kota Medan.

Monitoring ini dilakukan menyusul  tingginya harga obat-obatan terapi Covid-19 dan tabung oksigen karena peningkatan permintaan masyarakat di masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Kepala Kantor Wilayah I KPPU, Ramli Simanjuntak mengatakan, berdasarkan hasil penelitian lapangan yang dilakukan di PT Aneka Gas Industri, Tbk, diketahui bahwa PT. Aneka Gas Industri menjual oksigen dengan 2 (dua) tipe diantaranya tanki dan botol (tabung). 

Untuk harga oksigen dalam bentuk tanki Rp7.000-8.000 per m3. Sementara harga dalam bentuk botol (tabung) ukuran 6 m3 Rp60.000-70.000 pertabung sudah termasuk pajak. 

“Berdasarkan informasi dari Humas PT Aneka Gas Industri, koksigen tersebut dijual ke Rumah-Rumah Sakit dan agen-agen yang ada di wilayah Medan, Binjai dan Deliserdang sekitarnya. Adapun saat ini rata-rata penjualan 300 tabung perhari. PT Aneka Gas Industri memilik 9 Full Station, 8 diantaranya ada di Sumut dan Aceh. Sementara untuk stok oksigen PT Aneka Gas Industri siap untuk memenuhi permintaan pasar,” ujar Ramli saat virtual zoom, Rabu (7/7/2021).

Sementara dari hasil monitoring obat terapi Covid di beberapa apotek (daring maupun luring), Ramli meyebutkan terdapat kelangkaan obat yang diperuntukan untuk terapi Covid. 

Selain itu terdapat 10 jenis obat mengalami kenaikan harga di atas HET, dimana ketersediaan obat sangat terbatas bahkan kosong.

Untuk itu KPPU meminta distributor untuk tidak menaikkan harga obat dan oksigen, meskipun permintaan sangat tinggi sementara stok terbatas. 

“KPPU menegaskan kepada distributor agar tidak menahan pasokan atau melakukan pelanggaran persaingan usaha untuk keuntungan sendiri, karena KPPU akan terus melakukan monitoring secara intensif,” tegasnya. *(ika)