Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Masyarakat Kesulitan Dapatkan Minyak Goreng di Pasar

Pedagang menunjukkan minyak goreng kemasan.Kebijakan minyak goreng 1 harga yang diterapkan sejak 1 Februari kemarin berdampak pada kelangkaan minyak goreng di pasaran.suaratani.com-ist 


SuaraTani.com – Medan| Kebijakan  Kementerian Perdagangan yang memberlakukan aturan harga eceran tertinggi (HET) untuk minyak goreng curah hingga kemasan premium, yang mulai berlaku Selasa (1/2/2022) berbuntut dengan langkanya minyak goreng di pasaran.  Baik pedagang ataupun masyarakat terus mengeluh karena stok tidak mendukung dan susah dicari. 

Rumah, salah seorang pedagang minyak goreng di Medan, mengaku masih kesulitan mendapatkan stok minyak goreng kemasan ataupun curah dari distributor. Menurutnya, saat harga mahal justru lebih gampang mendapatkan pasokan minyak goreng. 

"Minyak goreng beberapa hari ini kosong, susah dapatnya. Pembeli juga kasihan, selalu kecewa karena ngak dapat minyak goreng," katanya, Kamis (3/2/2022). 

Ia berharap, minyak goreng bisa didapat dengan mudah seperti sebelumnya. 

Secara terpisah, seorang warga Jalan Bilal Medan, Nur Aini mengaku kesulitan untuk mendapatkan minyak goreng kemasan. Bahkan, sudah lebih dari delapan ritel ataupun pusat berbelanja modern yang ia datangi tetapi minyak goreng kosong. 

"Saya biasa memakai minyak goreng kemasan alasannya lebih sehat dan bersih. Tetapi sekarang sulit didapat. Ya kalau menurut saya, gak masalah harganya sedikit mahal asalkan gampang diperoleh," tuturnya. 

Upaya mengatasi kelangkaan minyak goreng di pasaran mendorong perusahaan Daerah (PD) Pasar Kota Medan menggelar  pasar murah minyak goreng di Pasar Petisah. 

Dirut PD Pasar, Suwarno, mengatakan, ini kali ketiga mereka menggelar pasar murah minyak goreng di Pasar Petisah dengan harapan membantu masyarakat.

“Sehari itu kami sediakan 3.000 liter. Dan pasar murah ini dalam waktu 1 minggu kami gelar di lima titik, yakni Petisah, Sukaramai, Sei Sikambing, Pasar Halat dan juga Pasar Titi Kuning dengan harga Rp13.500 per liter,” kata Suwarno.

Seperti diketahui, minyak goreng mengalami kekosongan pasokan pasca Kemendag mengeluarkan kebijakan Harga Eceran Tertinggi (HET) minyak goreng setara Rp14.000 untuk kemasan premium. *(ika)