SuaraTani.com – Medan| Komisi X DPR RI mendorong Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) untuk lebih mempromosikan destinasi wisata nusantara di masa pandemi.
“Terutama untuk lima destinasi super prioritas yang harus terus digali dan terus digaungkan,” ujar anggota Komisi X DPR RI, Sofyan Tan, seusai menghadiri Festival Budaya Tionghoa Indonesia yang berlangsung Kamis (3/2/2022) malam.
Menurut Sofyan, di masa pandemi ini, sudah seharusnya pemerintah dalam hal ini Kemenparekraf memperkuat terlebih dahulu budaya lokal yang bisa terus digali dan disempurnakan.
“Untuk itu kami di Komisi X DPR RI mendorong perbaikan infrastruktur, sehingga pada saar pandemi berakhir, maka turis mancanegara tidak akan ragu lagi datang ke Indonesia,” ujar Sofyan Tan.
Politisi PDI Perjuangan ini menilai, apa yang dilakukan Kemenparekraf sudah sesuai jalur atau on the track dalam memajukan ekonomi kreatif di dalam negeri.
“Dan Mas Menteri bersama jajarannya selalu monitor, bergerak ke daerah-daerah. Untuk itu kami dukung penuh,” tegasnya.
Sebelumnya saat memberikan sambutan, Sofyan Tan menyebutkan jika pada era tahun 80-an, Sumut kedatangan turis mancanegara hingga dari 300 ribu pengunjung. Itu terjadi sekitar tahun 1984.
“Malah waktu itu pesawat Airbus yang besar sudah singgah Medan dan dilanjutkan terbang ke Bali. Ini menjadi bukti bahwa sesungguhnya Sumut punya daya tarik turis yang cukup tinggi,” kata Sofyan yang mewakili daerah pemilihan Sumut 1 ini.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Indonesia, Sandiaga Uno saat memberikan sambutan menyebutkan bahwa festival tersebut menjadi festival yang kembali menghidupkan pariwisata dan ekonomi kreatif.
“Kegiatan ini menghadirkan sisi edukasi terkait sejarah dan budaya. Ada histori di balik atraksi yang dipertunjukan. Misalnya barongsai tadi. Jadi ini menjadi festival untuk kebangkitan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif kita,” ujar Sandi.
Lebih lanjut Sandi juga mengapresiasi paguyuban Tionghoa Indonesia. Ada tiga hal yang selalu diingatkan ketika perayaan Imlek, yang pertama, angpau dan yang kedua adalah bahwa orang Tionghoa kalau sudah berjumpa selalu bertanya sudah makan.
“Nah kebetulan saya belum makan ini. Dan setelah ini pasti ditanya ini dan dipersilakan makan,” sebutnya.
Hadir pada acara festival, tokoh masyarakat Tionghoa Tansri Chandra, Ketua DPRD Kota Medan Hasyim, anggota DPRD Provinsi Sumut Sugianto Makmur dan Rudi Hermanto, serta Asisten Pemerintahan Kota Medan Sofyan, Kadis Pariwisata Kota Medan Agus Suriono dan Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumut Zumri Sulthony. *(ika)

