Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Sumut Diperkirakan Masih Inflasi di Bulan Mei

Pedagang sembako di Pasar Pusat Pasar. Di bulan Mei, Sumut diperkirakan masih akan mengalami inflasi.suaratani.com-dok 

SuaraTani.com – Medan| Sumatera Utara (Sumut) diiperkirakan masih akan mengalami inflasi di bulan Mei 2022, meskipun tidak akan setinggi bulan sebelumnya. Sejumlah komoditas pangan diantaranya seperti telur ayam, daging ayam, cabai merah dan cabai rawit, serta sejumah komoditas pangan hortikultura berpeluang mendorong kenaikan inflasi.

Terlebih belakangan menurut pemerhati ekonomi Sumut, Gunawan Benjamin, harga cabai merah mengalami kenaikan yang cukup tajam. Terakhir harga cabai merah dijual paling mahal dikisaran Rp50 ribu per kg, padahal di awal bulan harga cabai merah sempat di bawah Rp20 ribu per Kg. 

“Tetapi memang untuk kenaikan harga cabai merah ini belum akan memicu kontribusi yang signifikan terhadap inflasi, narena naiknya harga terjadi di pekan terakhir bulan Mei,” ujar Gunawan di Medan, Rabu (1/6/2022).

Tetapi kalau harga cabai terakhir bertahan mahal dan berlanjut di bulan Juni, maka menurut Gunawan, di bulan Juni ini, harga cabai akan memberikan kontribusi besar terhadap pembentukan laju tekanan inflasi. 

“Laju tekanan inflasi di bulan Mei juga akan dipengaruhi oleh banyak kenaikan komoditas pangan hortikultura lainnya seperti tomat maupun jenis sayuran sayuran lain,” katanya.

Sementara itu, kenaikan harga gandum, jagung serta beberapa komoditas bahan pangan pokok juga berpeluang mengerek kenaikan laju tekanan inflasi. Ditambah lagi  kenaikan harga tiket pesawat juga masih berpeluang mendorong kenaikan laju tekanan inflasi di bulan ini. 

“Saya memperkirakan inflasi Sumut akan berada dalam rentang 0.15% hingga 0.22% di bulan Mei,” sebut Gunawan.

Namun kedepan, lanjut Gunawan, seiring dengan tingginya potensi kenaikan harga enerji dunia, inflasi masih berpeluang untuk terus terbentuk. Belum ada tanda-tanda bahwa laju tekanan inflasi akan terhenti. kalau melandai memang kemungkinan tersebut ada. Tetapi potensi inflasi untuk kembali naik justru memiliki peluang yang lebih besar.

Laju tekanan inflasi akan terus menghantui perekonomian Sumut maupun  nasional, sekalipun hari besar keagamaan nantinya baru jatuh pada Desember mendatang. Karena potensi pemicu inflasi selanjutnya adalah kenaikan sjeumlah komoditas pangan maupun enerji. Tidak ada yang bisa menghindar dari kemungkinan kenaikan laju tekanan inflasi tersbeut.

Karena sejauh ini, perkembangan perang yang memicu kenaikan harga enerji dan mengganggu pasokan pangan global secara jelas terlihat dan masih terus terjadi hingga saat ini. 

“Belum ada tanda-tanda bahwa inflasi akan melandai atau bahkan laju inflasinya terhenti,” pungkasnya. *(ika)