Direktur Utama Bank Sumut, Rahmat Fadilah Pohan didampingi jajaran direksi yang lain saat memberikan penjelasan terkait kasus skimming yang menimpa 83 nasabah.suaratani.com-ikaSuaraTani.com – Medan| PT Bank Sumut menyebutkan ada 83 nasabah yang menjadi korban skimming yang diduga kuat dilakukan jaringan internasional.
Direktur Utama Bank Sumut, Rahmat Fadilah Pohan, mengatakan, dari tindak kejahatan skimming yang dilakukan dalam tempo 2 hari tepatnya di tanggal 3 dan 4 Juli lalu itu, sebanyak Rp4,5 miliar dana nasabah berhasil dipindahkan ke sejumlah bank.
“Tetapi yang berhasil ditarik oleh sindikat hanya Rp2,7 miliar, sementara Rp1,8 miliar berhasil kami selamatkan, setelah menerima pengaduan dari nasabah,” ujar Rahmat dalam temu pers yang digelar di lantai 3 Bank Sumut, Selasa (5/7/2022).
Rahmat menyebutkan, dari penyelusuran yang mereka lakukan, praktek skimming dilakukan di ATM milik Bank Sumut di salah satu supermarket di kawasan Johor, Medan.
“Tetapi penarikan dana dilakukan jaringan ini di Bali dan Bandung. Dari lokasi penarikan, kami pastikan para pelaku menggunakan mesin ATM milik bank lain, karena Bank Sumut tidak memiliki kantor cabang mau pun ATM di dua lokasi itu,” kata Rahmat.
Rahmat juga memastikan, pihaknya sudah mengganti dana nasabah yang sudah sempat diambil pelaku skimming.
“Tapi tentunya setelah kami melakukan investigasi. Karena bisa jadi, ternyata bukan menjadi korban skimming tapi mengaku menjadi korban, dan saat ini yang belum terbayarkan ke nasabah itu sekitar Rp700 juta,” tegasnya.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Keuangan dan Teknologi Informasi Bank Sumut, Arieta Aryanti, menegaskan kalau Bank Sumut sudah menerapkan teknologi untuk kartu ATM, yang sudah 100% digunakan nasabah termasuk mesin ATM yang sudah mendukung 100%.
“Jadi mitigasi selanjutnya yang kami lakukan dan perkuat adalah mencegah traffic akses penggunaan ATM yang terduplikasi melalui skimming, melalui switching (peralihan) sistem dengan menutup akses terhadap kartu ATM yang masih menggunakan magnetik, dan hanya membolehkan transaksi ATM berbasis chip saja,” tegas Arieta.
PT Bank Sumut sendiri sudah melakukan pelaporan ke Polda Sumut. *(ika)

