Sebelumnya, 3 pasang owa jawa ini ditranslokasi dari pusat penyelamatan dan rehabilitasi Javan Gibbon Center, Taman Nasional Gunung Gede Pangrango pada 24 Oktober 2021 bertepatan dengan peringatan Hari Owa Sedunia. Menjalani masa habituasi selama ± 8 bulan, kini mereka telah siap menjelajah rumah barunya di Gunung Puntang.
Peristiwa pelepasliaran Owa jawa ini merupakan keberhasilan program konservasi owa jawa yang merupakan kemitraan program dari beberapa lembaga/organisasi. Pada kesempatan kali ini, pasangan Delon-Susi, Rambo-Suci dan keluarga Boby (Boby, Jolly, dan Lala) akan memulai kembali hidup bebas di alam. Harapannya mereka mampu meramaikan kembali hutan lindung Malabar, memiliki keturunan dan membentuk populasi yang stabil sehingga terhindar dari kepunahan.
Hingga kini owa jawa masih menjadi salah satu satwa prioritas yang menjadi sasaran untuk ditingkatkan populasinya. Oleh karenanya diperlukan kemitraan dan komitmen multi pihak dalam upaya konservasi owa jawa.
Penyelamatan dan rehabilitasi terhadap owa jawa eks peliharaan masyarakat maupun owa jawa sitaan pihak berwenang dilaksanakan oleh Javan Gibbon Center dibawah pengelolaan Yayasan Owa Jawa dan bekerjasama dengan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, Balai Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Jawa Barat, Yayasan Konservasi Indonesia, Universitas Indonesia dan Silvery Gibbon Project.
Sementara, Perum Perhutani berkomitmen dalam konservasi owa jawa melalui pengelolaan habitat yang sesuai dengan kaidah konservasi untuk menunjang kehidupan spesies langka endemik pulau Jawa ini ketika dilepasliarkan kembali ke alam.
Sebagai pihak swasta, PT. Pertamina Ep Zona 2 Subang Field memainkan peranan yang tidak kalah penting sebagai pihak swasta yang memberi dukungan dalam upaya konservasi owa jawa sebagai bentuk komitmen dalam menjaga keseimbangan ekosistem di Jawa Barat tetap terjaga dan berkelanjutan.
Ketua pengurus Yayasan Owa Jawa, Noviar Andayani, dalam keterarang tertulisnya yang diterima Selasa (5/7/2022), menyatakan apresiasinya terhadap dukungan semua pihak dalam upaya konservasi owa jawa.
“Diperlukan komitmen multi pihak untuk mewujudkan keberhasilan konservasi owa jawa. Program kemitraan konservasi yang telah terjalin hingga kini diharapkan dapat menjadi contoh kemitraan yang kuat antara penggiat konservasi dengan pemerintah, LSM, sektor bisnis, dan masyarakat” ujarnya. *(ika/ril)


