Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

BPS Sumut Ajak Media Sosialisasikan Literasi Statistik

Kepala BPS Sumut, Nurul Hadanudin saat membuka Workshop Wartawan dalam rangka “Peningkatan Literasi Statistik Bagi Insan Pers dan Ekspose Data Sosial Ekonomi Sumatera Utara Tahun 2022”. Kegiatan dilaksanakm di Prime Plaza Hotel Kualanamu, Deliserdang, 16-19 Oktober 2022.suaratani.com-ika

SuaraTani.com – Deliserdang| Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) terus bersinergi dengan pers untuk menyampaikan informasi statistik lewat media.

Kepala BPS Sumut, Nurul Hadanudin mengatakan, sinergi ini diperlukan agar informasi capaian-capaian kinerja ekonomi maupun indikator sosial yang ada di BPS hingga diketahui masyarakat, tidak terlepas dari peran pers. Nurul mengapresiasi peran pers yang selama ini konsisten melakukan tugas jurnalistiknya, terutama menginformasikan soal statistik.

Sebagai salah satu apresiasi terhadap insan pers, BPS Sumut melaksanakan Workshop Wartawan dalam rangka “Peningkatan Literasi Statistik Bagi Insan Pers dan Ekspose Data Sosial Ekonomi Sumatera Utara Tahun 2022”. Kegiatan dilaksanakan di Prime Plaza Hotel Kualanamu, Deliserdang, 16-19 Oktober 2022.

“Selain untuk apresiasi kita kepada wartawan, workshop ini juga masih rangkaian Hari Statistik Nasional (HSN) yang diperingati pada 26 September setiap tahun,” kata Nurul saat membuka kegiatan, Senin (17/10/2022). 

Nurul berharap pers terus mensosialisasikan agar HSN bukan hanya milik BPS, tapi juga milik Indonesia, bangsa, dan masyarakat. Seperti momentum yang ada, yaitu seperti Hari Ibu, Hari Olahraga Nasional, dan lainnya.

“Harapannya juga, HSN menjadi bagian dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di masyarakat,” katanya.

Nurul menceritakan, dalam rekomendasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), setiap megara harus menjalankan sensus penduduk. Pemerintah Republik Indonesia mengawalinya dengan undang-undang tentang sensus penduduk. 

“Inilah menjadi tolak ukur ketika berkembanganya perstatistikan di Indonesia,” ucapnya.

Lalu, Pemerintah Republik Indonesia mengundangkan tentang statistik. Inilah yang menjadi cikal bakal HSN. Dalam undang-undang statistik, memberikan informasi secara rinci tentang statistik.

“Dulu namanya Biro Pusat Statistik, sekarang BPS. HSN resmi di tahun 1996. Ini informasi singkat soal HSN,” ungkapnya.

Disampaikan Nurul, pihaknya berharap literasi statistik yang ditargetkan BPS bisa sampai ke masyarakat, setidaknya kolaborasi dengan insan pers perlu teris dilakukan. Pengetahuan para insan persa soal statistik juga harus teris ditingkatkan.

“Ada satu dasar, bagaimana membangun statistik literasi bukan hanya kita dalam komunitas yang membutuhkan informasi, harapannya ke seluruh lini masyarakat,” sebutnya.

Menurut Nurul, sebuah bangsa ingin maju, indikatornya adalah meningkatkan statistik masyarakat, juga meningkatkan statistik finansial. Jika literasi statistik dan finansial bagus, maka suatu negara akan bisa maju. Kalau buruk, akan sebaliknya. 

“Itu kiterasi yang kita dorong, literasi statistik dan finansial, agar masyarakat bisa mengambil langkah tepat,” ujarnya.

Nurul juga mengingatkan 3 hal penting peranan wartawan dalam literasi statistik. Pertama menyebarluaskan data ataupun indikator statistik yang ada, karena sudah mulai menjadi indikator kinerja.

“Misal inflasi, bagaimana pertumbuhan ekonomi, pertanian, dan lain sebagainya,” ujar Nurul.

Kedua, lanjutnya, mengolah informasi sesuai fakta. Ini penting, dan harus menyampaikan pesan positif untuk meyakinkan investor datang ke suatu wilayah karena adanya informasi yang mendukung dari segi data.

“Keberpihakan untuk kesejahteraan dalam pembangunan lebih cepat lewat informasi baik,” ucapnya.

Ketiga adalah edukasi publik. Nurul berharap, lewat media, bagaimana memaknai data melalui berita informasi yang disebarluaskan. Sebab, salah memaknai data, mengakibatkan kesalahan analisis.

“Ini yang ingin kita bangun, jangan sampai di kita saja, tapi ke anak-anak, generasi muda kita yang sedang belajar. Itu literasi statistiknya harus bertumbuh, untuk mewujudkan generasi emas,” pungkasnya.

Ketua Panitia, Masta E Gurning, mengatakan, workhsop dilaksanakan dalam rangkaian HSN, bertujuan salah satunya untuk meningkatkan pemahaman insan pers tentang data statistik, khususnya yang dihasilkan BPS Sumut.

“Peserta berjumlah 57 orang, 33 orang media cetak dan elektronik, 17 dari BPS Sumut, dan 5 panitia,” tandasnya. *(ika)