Seorang warga menunjukkan uang kertas rupiah. Di pekan ini, Rupiah masih mengalami tekanan.suaratani.com-dokAnalis keuangan Sumatera Utara (Sumut), Gunawan Benjamin, mengatakan, tekanan pada mata uang rupiah sebenarnya sudah terjadi di awal pekan. Dari hasil pengamatan di pasar uang pada awal pekan, rupiah sempat ditransaksikan dikisaran 15.500 per US dolar.
“Tekanan pada rupiah menurut hemat saya ini karena digiring oleh ekspektasi yang begitu besar terhadap imbal hasil tinggi yang sudah terlebih dahulu diberikan oleh mata uang lain termasuk US dolar,” ujar Gunawan Benjamin di Medan, Rabu (19/10/2022).
Menjelang penetapan besaran suku bunga acuan oleh BI, Gunawan menilai rupiah juga mengalami tekanan setelah Bank Sentral AS juga diyakini akan menaikkan besaran bunga acuannya.
Ia juga menilai BI bisa saja tidak menaikkan bunga acuan, sekalipun US dolar terus menunjukan tren penguatan terhadap banyak mata uang di dunia.
“Sejauh ini pelalu pasar memang kerap mematok level-level tertentu sebagai acuan dalam menentukan arah pergerakan rupiah. Saya berpendapat bahwa rupiah memang harus stabil untuk menjaga stabilitas makro ekonomi nasional, tetapi bukan berarti tidak boleh bergerak ke salah satu sisi. Meskipun di sisi lain menjaga rupiah di angka yang ideal dengan dinamika perekonomian ini bukan perkara yang mudah,” sebutnya.
Sementara untuk harga emas dunia di pekan ini juga mengalami tekanan. Tren kenaikan bunga acuan The FED masih menjadi isu besar yang membuat harga emas tertekan. Sejauh ini harga emas dunia ditransaksikan dikisaran level US$1.649 per ons troy nya. Harga emas dalam rupiah saat ini dijual dikisaran 824 ribu per gramnya.
Kinerja indeks bursa saham di awal pekan ini bergerak sideways dengan kecenderungan naik. Pada hari ini, IHSG ditutup menguat 0.38% di level 6.860,42. Penguatan bursa di Asia dan Amerika menjadi katalis bagi penguatan IHSG. Meski demikian, faktor pendorong penguatan IHSG sendiri belum didukung oleh fundamental yang kuat.
“Karena penguatan bursa di Amerika sendiri dipicu oleh membaiknya kinerja sejumlah emiten di bursanya. Sehingga kinerja IHSG pada dasarnya juga tidak banya terbantu, namun cukup untuk menghilangkan sejumlah sentimen negatif yang pada dasarnya bisa menekan kinerja bursa saham domestic,” pungkasnya. *(ika)

