Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Kenaikan BI Rate Belum Juga Buat Rupiah Menguat

Seorang warga menunjukkan uang kertas pecahan kecil. Di akhir pekan, nilai tukar rupiah terhadap dollar amerika serikat masih belum mampu menguat.suaratani.com-ist

SuaraTani.com – Medan| Nilai tukar mata uang rupiah terhadap dollar Amerika Serikat pada perdagangan hari ini masih melemah. Pada penutupan perdagangan, rupiah dihargai di angka 15.617–15.635 per US dolarnya. 

Rupiah kian melemah padahal BI sudah mengeluarkan kebijakan untuk mengurangi selisih antara bunga acuan The FED dengan BI 7 DRR, atau dikenal dengan interest rate diferential. Sayang kebijakan menaikkan bunga acuan tersebut belum berhasil buat Rupiah menguat.

“Meski demikian saya berkesimpulan bahwa pelemahan rupiah ini bukan membuktikan kalau US dolar memiliki kondisi fundamental ekonomi yang lebih baik dari Indonesia. Sejauh ini, ekonomi AS justru mengalami kontraksi sementara kita tetap tumbuh. Disisi lain, porsi asing dalam kepemilikan SBN di tanah air juga kecil sekitar 30%. Tetapi memang imbal hasil surat berharga di AS menjadi sangat menarik,” ujar analis keuangan Sumatera Utara (Sumut), Gunawan Benjamin di Medan, Jumat (21/10/2022).

Saat ini US Treasury 10 tahun di AS yieldnya sudah mencapai 4.24%. Yieldnya mengalami kenaikan kinerja sebesar 157% dalam setahun terakhir. Ini menunjukan bahwa US dolar sangat perkasa dan berpeluang menekan kinerja mata uang lainnya. Bahkan mata uang euro dan poundsterling kinerjanya terpuruk masing masing 16% dan 19% dalam setahun terakhir.

“Sementara mata uang rupiah ditransaksikan melemah sekitar 10% dalam setahun terakhir. Jadi fenomena penguatan US dolar (bersamaan dengan kenaikan bunga acuan) yang membuat banyak mata uang lain mengalami pelemahan,” sebut Gunawan.

Sementara itu, harga emas dunia di akhir pekan ini juga ditransaksikan melemah dikisaran level US$1.624 per ons troy. Namun kalau dirupiahkan, harga emas cukup terbantu dengan pelemahan mata uang rupiah belakangan ini. Harga keekonomian harga emas dunia saat ini berada dikisaran Rp818 ribu per gramnya.

Di sisi lain, IHSG pada akhir pekan ini justru mendapatkan keuntungan dari kenaikan bunga acuan BI. IHSG di akkhir pekan menguat 0.53% di level 7.017,77. Jauh lebih tinggi dibandingkan dengan kinerjanya di akhir pekan sebelumnya yang sempat ditutup di level 6.814,53. *(ika)