Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Program Budidaya Tematik KKP Pacu Ekonomi Sirkular Desa

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono saat meninjau lokasi budidaya tematik Desa Luworo bersama Bupati Madiun Hari Wuryanto, Rabu (31/12/2025). foto: ist

SuaraTani.com - Madiun| Implementasi program budidaya perikanan tematik Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) diyakini memacu lahirnya ekonomi sirkular di Desa Luworo, Kecamatan Pilangkenceng, Kabupaten Madiun, Jawa Timur. 

Selain daging lele hasil panen untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis, sisanya akan diolah penjadi produk turunan, hingga untuk mendukung kegiatan pertanian desa.

"Tadi sudah ada kerja sama (pengurus koperasi dengan SPPG untuk memasok kebutuhan MBG," ungkap Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono saat meninjau lokasi budidaya tematik Desa Luworo bersama Bupati Madiun Hari Wuryanto, Rabu (31/12/2025).

Jumlah siswa penerima program MBG di Madiun lebih dari 3.000 orang. Menurut data pemda, kebutuhan ikan masyarakat selama ini masih dipasok dari luar Kabupaten Madiun. 

Dengan adanya program budidaya tematik, harapannya kebutuhan ikan masyarakat bisa dipenuhi secara mandiri.

"Tolong dikelola sebaik mungkin, supaya ini terus berkembang sehingga bisa membantu memenuhi kebutuhan ikan masyarakat di sini," pungkas Menteri Trenggono mengimbau pengelola koperasi.

Jumlah kolam bioflok di Desa Luworo sebanyak 24 unit berdiameter 4 meter. Jumlah benih yang ditebar pada tahap awal mencapai 60 ribu ekor dengan waktu produksi hingga panen sekitar 3 bulan. Estimasi panennya sendiri mencapai 5 ton per siklus sekitar Rp90 juta sampai Rp100 juta

Pihak koperasi selain sudah menggandeng manajemen SPPG, juga siap berkolaborasi dengan penggerak PKK desa untuk membuat produk olahan ikan lele.

“Ikan yang dipasok ke dapur MBG itukan hanya daging. Jadi kami memikirkan bagaimana bagian ikan sisanya bisa tetap produktif. Kami sudah mengajak ibu-ibu PKK membuat produk olahan, agar limbahnya bisa menjadi punya nilai jual,” ungkap Hariyadi.

Di samping itu, pihak koperasi menjalin sinergi bersama masyarakat petani untuk memanfaatkan air buangan dari bioflok menjadi pupuk tanaman. Sebagai langkah awal, sisa air bioflok lebih dulu dimanfaatkan untuk ragam tanaman yang ada di kawasan bioflok. 

"Air sisa kolam kami berikan gratis kepada teman-teman petani nantinya. Nanti akan ada tandon penampungnya," pungkas Hariyadi.

Sebagai informasi, bantuan budidaya tematik yang disalurkan pemerintah kepada manajemen 100 Koperasi Desa/Keluarahan Merah Putih di Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, serta DIY juga berupa benih, mesin air, vitamin ikan, hingga peralatan produksi seperti jaring, ember, dan alat penyerok ikan. * (wulandari)