SuaraTani.com - Karanganyar| Anggota Komisi IV DPR RI Firman Soebagyo menyoroti pentingnya menguatkan hilirisasi produk hortikultura nasional yang masih kalah saing dengan produk impor, khususnya di pasar modern.
Menurutnya, walaupun komoditas holtikultura nasional seperti durian, bawang putih, singkong, ubi jalar, hingga cabai memiliki kualitas yang tidak kalah dengan produk impor, permasalahan yang kerap dihadapi adalah lemahnya jaringan pemasaran dan minimnya upaya branding produk hortikultura lokal.
Kondisi tersebut, menyebabkan produk dalam negeri sulit menembus pasar modern yang selama ini didominasi oleh komoditas impor.
“Seperti di Karanganyar ini, duriannya berkualitas dan punya potensi besar tetapi kalau tidak memiliki jaringan di pasar modern dan branding yang kuat, akan sulit bersaing,” ujar Firman dalam siaran pers, Jumat (23/1/2026) di Karanganyar.
Sebelumnya, Firman turut dalam agenda Kunjungan Kerja Spesifik Komisi IV DPR RI dengan para pemangku kepentingan di Kebun Benih Hortikultura Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Kamis (22/1/2026).
Karena itu, tegasnya, perhatian utama ke depan pemerintah perlu menguatkan hilirisasi sektor pertanian, tidak hanya pada aspek produksi, akan tetapi juga aspek pemasaran dan pemanfaatan teknologi pendukung bagi petani.
“Justru hilirnya ini yang perlu disentuh. Yang penting adalah bagaimana membangun hilirisasi sektor pertanian sampai kepada branding. Kemudian bikin jaringan pasar, serta teknologi yang bisa memberikan pendampingan kepada petani,” tegas legislator Fraksi Partai Golkar tersebut.
Ia juga meminta pemerintah agar berani mengambil kebijakan strategis, termasuk penghentian impor pada komoditas tertentu guna menciptakan keseimbangan antara produksi dan pemasaran dalam negeri.
"Kasih harga yang cukup reasonable dan menguntungkan bagi petani, kemudian digenjot produksinya, impor-nya di-stop. Komoditas lainnya juga begitu, kita harus meniru atau mengadopsi keberhasilan swsembada beras,” tutup Firman. (wulandari)


