SuaraTani.com - Jakarta Pusat| Sebanyak 685 personel gabungan dari Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Pusat, dan Polsek jajaran disiagakan untuk melayani aksi unjuk rasa yang digelar Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) di kawasan DPR/MPR RI, Jakarta, Kamis (15/1/2026).
Sebelum pelaksanaan aksi, jajaran kepolisian menggelar Tactical Wall Game (TWG) dan apel kesiapan pada pukul 08.00 WIB sebagai langkah antisipasi serta pemetaan potensi dinamika massa di lapangan. Seluruh personel diarahkan mengedepankan pendekatan persuasif, dialogis, dan humanis.
Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Reynold E.P. Hutagalung menegaskan, pengamanan dilakukan dengan prinsip melayani masyarakat dan menghormati hak konstitusional warga dalam menyampaikan pendapat di muka umum.
“Seluruh personel tidak dibekali senjata api. Kita hadir untuk melayani saudara-saudara kita yang menyampaikan aspirasi dengan cara yang humanis, profesional, dan sesuai aturan,” ujar Reynold dalam arahannya.
Ia juga mengimbau para orator dan peserta aksi agar tetap menjaga ketertiban serta tidak melakukan tindakan yang dapat memicu gangguan keamanan dan ketertiban umum.
“Sampaikan aspirasi dengan santun. Jangan melakukan provokasi, tindakan anarkis, merusak fasilitas umum, melawan petugas, maupun membakar ban bekas. Aksi ini harus berjalan damai dan bermartabat,” tegasnya.
Terkait dampak lalu lintas, Reynold meminta peserta aksi untuk menghormati hak pengguna jalan lainnya, khususnya di sekitar kawasan DPR/MPR RI, dengan tidak menutup akses jalan tol maupun jalur vital lainnya.
Untuk pengaturan lalu lintas, Kapolres menyebutkan bahwa rekayasa arus kendaraan akan diterapkan secara situasional, menyesuaikan dengan eskalasi jumlah massa di lapangan.
Masyarakat yang melintas di sekitar lokasi diimbau mencari jalur alternatif guna menghindari kepadatan selama aksi berlangsung.
“Kami mengimbau masyarakat agar tetap tenang, mematuhi arahan petugas, dan mencari rute alternatif. Polri berkomitmen menjaga keseimbangan antara kebebasan menyampaikan pendapat dan kepentingan masyarakat luas,” pungkas Reynold. * (wulandari)


