Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Peningkatan Infrastruktur Dukung Hasil Pertanian Lampung sebagai Lumbung Pangan

Anggota Komisi V DPR RI, Haryanto saat mengikuti rapat dan kunjungan kerja spesifik Komisi V DPR RI di Lampung, Jumat (30/1/2026). foto: ist

SuaraTani.com - Lampung| Anggota Komisi V DPR RI, Haryanto, menegaskan pentingnya peningkatan akses infrastruktur transportasi di Provinsi Lampung, khususnya keterhubungan antara jalan tol dan pelabuhan, guna mendukung distribusi hasil pertanian dan kesejahteraan petani.

Haryanto menegaskan komitmennya untuk tetap mendorong pembangunan infrastruktur yang berdampak langsung pada masyarakat.

“Saya memang bukan dari dapil Lampung, tetapi saat melihat langsung di lapangan mulai dari ketela, penanaman padi, hingga pertanian lainnya semuanya menunjukkan potensi yang sangat baik,” ujar Haryanto saat mengikuti rapat dan kunjungan kerja spesifik Komisi V DPR RI di Lampung, Jumat (30/1/2026).

Ia menyoroti apa yang disampaikan Gubernur Lampung terkait urgensi akses jalan tol yang terintegrasi dengan pelabuhan. 

Menurutnya, pembangunan jalan tol tanpa dukungan akses logistik yang memadai akan menjadi pemborosan potensi.

“Apa yang disampaikan Pak Gubernur tadi memang seyogyanya kita dorong. Eman-eman kalau sudah dibangun tol, tetapi akses ke pelabuhan tidak tersedia. Ini harus menjadi prioritas,” tegasnya.

Dikatakannya, Lampung memiliki posisi strategis sebagai lumbung pangan nasional, baik untuk komoditas padi maupun ketela pohon (singkong). 

Namun, ia juga menyoroti permasalahan klasik yang masih dihadapi para petani, yakni melimpahnya hasil produksi yang tidak diiringi dengan peningkatan kesejahteraan.

“Lampung ini lumbung pangan. Singkong melimpah, padi melimpah, tetapi banyak hasil petani yang tidak laku atau tidak diambil. Keluhannya sama: produktivitas tinggi, tetapi petani belum bisa merasakan kemakmuran,” jelasnya.

Menurut Haryanto, permasalahan tersebut terjadi karena keterbatasan akses pengolahan dan hilirisasi hasil pertanian. Petani, kata dia, masih bergantung pada pihak lain karena belum mampu mengolah hasil panen secara mandiri.

“Ini menjadi pekerjaan rumah bersama. Infrastruktur, akses logistik, dan industri pengolahan harus hadir agar hasil pertanian yang melimpah benar-benar memberi nilai tambah bagi petani,” pungkasnya. * (wulandari)