Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Pupuk Indonesia Perluas Kerja Sama Global dengan Aljazair, Amankan Pasokan Bahan Baku Pupuk

PT Pupuk Indonesia (Persero) menjalin kerja sama dengan Somiphos, perusahaan tambang fosfat asal Aljazair guna mengamankan pasokan bahan baku utama pupuk. foto: ist

SuaraTani.com - Jakarta| PT Pupuk Indonesia (Persero) menjalin kerja sama dengan Somiphos, perusahaan tambang fosfat asal Aljazair guna mengamankan pasokan bahan baku utama pupuk.

Kesepakatan ini tertuang dalam Nota kesepahaman tentang pengembangan industri fosfat yang ditandatangani langsung oleh Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi bersama Direktur Utama Somiphos, Mokhtar Lekhal di Aljazair, Selasa (20/1/2026) waktu setempat.

Rock Phosphate merupakan bahan baku utama dari industri pupuk, dan hanya bisa didapatkan melalui tambang. Pupuk Indonesia membutuhkannya untuk memproduksi pupuk. 

"Kerja sama dengan Somiphos ini untuk keberlanjutan suplai bahan baku tersebut, dalam rangka mengamankan kebutuhan pupuk dalam negeri di samping sebagai bentuk komitmen terhadap swasembada pangan nasional yang berkelanjutan,”kata Rahmad dalam siaran persnya, Jumat (23/1/2026) di Jakarta.

Melalui kerja sama ini, Pupuk Indonesia memperoleh dukungan pasokan rock phosphate hingga 1 juta ton per tahun untuk kebutuhan dalam negeri serta membuka peluang kerjasama menggandeng beberapa perusahaan di Aljazair untuk membangun proyek industri pupuk berbasis fosfat yang terintegrasi.

Perjanjian ini bertujuan untuk membangun kemitraan dalam mengembangkan peluang kerja sama di bidang fosfat, khususnya kemungkinan pasokan fosfat Aljazair kepada Pupuk Indonesia. 

Selain itu juga menjajaki peluang investasi bersama dalam kegiatan eksploitasi dan pengolahan fosfat di Aljazair, serta pengembangan proyek terkait produk turunan fosfat.

“Pupuk Indonesia menyambut baik kerjasama dengan Somiphos dan  Sonarem Group. Kerjasama ini dapat memastikan keberlanjutan swasembada pangan melalui pemenuhan bahan baku pupuk, dalam hal ini fosfat,” kata Rahmad. 

Turut menyaksikan penandatanganan Nota Kesepahaman ini Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) RI, Sudaryono; Menteri Negara, Menteri Energi dan Pertambangan Aljazair, Mohamed Arkab; CEO Sonarem Grup, Reda Belhaj, dan stakeholder terkait.

Wamentan Sudaryono mengatakan, kerjasama ini sebagai bagian dari implementasi arahan Presiden Prabowo Subianto, untuk memperkuat rantai pasok bahan baku pupuk dan menurunkan harga pupuk demi kesejahteraan petani Indonesia. 

Selain itu, ketergantungan terhadap bahan baku impor selama ini menjadi salah satu faktor yang memengaruhi struktur biaya pupuk. Karena itu, kemitraan jangka panjang dinilai penting untuk memperkuat ketahanan pangan nasional.

“Bapak Presiden Prabowo Subianto telah memberikan arahan yang sangat jelas bahwa negara harus hadir memastikan pupuk tersedia, terjangkau, dan tepat waktu bagi petani. Kerja sama fosfat dengan Aljazair ini adalah langkah konkret untuk memperkuat hulu industri pupuk nasional agar biaya produksi bisa ditekan dan harga pupuk bagi rakyat menjadi lebih murah,” ujar Wamentan.

Dikatakannya, hasil dari kerja sama ini diharapkan dapat menciptakan nilai tambah, meningkatkan efisiensi industri pupuk nasional, serta mendukung program pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan.

Menteri Negara, Menteri Energi dan Pertambangan Aljazair, Mohamed Arkab dalam kesempatan itu menegaskan, penandatanganan nota kesepahaman ini merupakan bagian dari arahan Presiden Aljazair untuk memperkuat kemitraan ekonomi dengan negara-negara sahabat. 

Khususnya di sektor pertambangan strategis (terutama fosfat), yang dianggap sebagai pilar utama dalam proses diversifikasi ekonomi nasional, pengembangan industri pengolahan, dan penciptaan nilai tambah.

Ia menekankan kemitraan ini penting dalam mendukung kerja sama Aljazair–Indonesia. Selain itu juga mendorong investasi produktif, serta transfer pengalaman dan teknologi demi kepentingan bersama kedua negara.

Selain dengan Somiphos, Pupuk Indonesia juga menjajaki kerja sama dengan Sonatrach, BUMN minyak dan gas Aljazair, dalam rangka menciptakan ekosistem industri pupuk di Aljazair. 

“Dengan ketersediaan dan harga gas yang terjangkau di Aljazair, kita dapat bekerja sama mengembangkan ekosistem industri pupuk terintegrasi di Aljazair yang produknya dapat digunakan untuk kebutuhan nasional,” tambah Rahmad Pribadi

Somiphos sendiri merupakan perusahaan tambang fosfat milik negara Aljazair yang bergerak di bidang eksplorasi, penambangan, pengolahan, dan pemasaran batuan fosfat (Rock Phosphate).

Somiphos beroperasi di wilayah Tebessa, Aljazair bagian timur, dan dikenal sebagai produsen utama fosfat dari kawasan tambang Djebel Onk yang menjadi salah satu deposit fosfat terbesar di Aljazair. 

Perusahaan ini didirikan pada Januari 2005 sebagai bagian dari reorganisasi industri fosfat nasional, serta berada dalam ekosistem Grup SONAREM (perusahaan tambang nasional Aljazair). * (junita sianturi)