Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Menag Rencanakan Pembangunan Madrasah Terintegrasi di IKN

Saat bertemu Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, Menag menyampaikan rencana pembangunan Madrasah Terintegrasi di bawah naungan Kemenag. foto: ist

SuaraTani.com - Kalimantan Timur| Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar merencanakan pembangunan Madrasah Terintegrasi di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur.

Pembangunan Madrasah mencakup jenjang Raudhatul Athfal (RA), Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), hingga Madrasah Aliyah (MA).

“Jadi kita melakukan peninjauan di IKN. Insya Allah banyak program Kemenag yang harus segera kita wujudkan di sini. Madrasah terpadu dari raudhatul athfal, ibtidaiyah, tsanawiyah, aliyah. Direktorat mana, atau aturan bagaimana dari Kemenag ini akan pindah secara bertahap. Selanjutnya, kita juga akan melihat volume kerja dan sistem kerja di sini,” ujar Menag, dalam siaran persnya, Sabtu (21/2/2026).

Saat bertemu Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, Menag menyampaikan rencana pembangunan Madrasah Terintegrasi di bawah naungan Kemenag.

Kawasan pendidikan tersebut dirancang meliputi RA, MI, MTs, dan MA, dilengkapi asrama, fasilitas olahraga, masjid, serta sarana pendukung lainnya dengan kebutuhan lahan sekitar 21 hektare.

Madrasah Terintegrasi tersebut diharapkan menjadi solusi pendidikan yang lengkap dan berkualitas bagi warga IKN dan wilayah sekitarnya yang terus bertambah seiring perkembangan ibu kota baru. 

Kepala Otorita IKN, Basuki menyatakan kesiapan untuk menyediakan lahan guna mendukung rencana tersebut.

Rusun ASN

Selain membahas pembangunan madrasah, Menag juga meninjau perkantoran pemerintahan, fasilitas kesehatan, serta rumah susun Aparatur Sipil Negara (ASN). 

Menag berdialog dengan ASN dan tenaga kesehatan untuk mengetahui pengalaman kerja serta kesiapan layanan di kawasan tersebut.

“Saya melihat ini sangat efisien, sangat efektif. karyawannya disiapkan tempat tinggal, kemudian juga kantornya juga sudah siap semuanya.  Fasilitas jaringan internet itu semuanya sudah oke. Jadi saya kira teman-teman bisa lebih efisien, efektif, konsentrasi kerja di sini,” jelasnya.

Menag menambahkan, kesiapan infrastruktur dan sistem kerja di IKN membuka peluang bagi Kementerian Agama untuk menguatkan koordinasi secara vertikal dari pusat hingga daerah tanpa harus terpusat di Jakarta.

“Mudah-mudahan pada waktunya nanti kita Kementerian Agama bisa pertama kali bisa lebih eksis di sini. Karena kita kan vertikal, jadi mengkoordinasi seluruh karyawan dari pusat sampai ke bawah itu tidak mesti harus di Jakarta, bisa kita melalui jaringan di sini." pungkasnya. * (jasmin)