Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Bencana Banjir Masih Melanda Sejumlah Daerah di Tanah Air

Lokasi terdampak banjir di Kabupaten Donggala, Provinsi Sulawesi Tengah (3/4/2026). foto: ist 

SuaraTani.com - Jakarta| Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merangkum laporan kejadian bencana pada Minggu (5/4/2026) hingga Senin (6/4/2026). 

Direktorat Koordinasi Pengendalian Operasi BNPB mencatat sejumlah peristiwa yang berdampak kepada masyarakat di berbagai wilayah di Tanah Air. 

Banjir melanda beberapa wilayah pada Minggu (5/4/2026) di Kabupaten Jembrana, Provinsi Bali. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat mencatat empat desa terdampak kejadian tersebut, yaitu Desa Mendoyo Dauh Tukad, Yehembang, Pohsanten, dan Delod Berawah, yang berada di Kelurahan Tegal Cangkring, Kecamatan Mendoyo, serta Desa Air Kuning di Kecamatan Jembrana.

"Sebanyak 64 keluarga rumahnya terendam banjir. Pada hari yang sama (5/4), banjir berangsur surut. Tidak ada warga yang mengungsi akibat insiden ini," kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari dalam siaran pers, Senin (6/4/2026) di Jakarta.

Dikatakannya, bencana hidrometeorologi basah juga melanda Kabupaten Donggala, Provinsi Sulawesi Tengah. Namun, banjir dilaporkan BPBD berangsur surut pada Minggu (5/4/2026). 

Peristiwa ini melanda enam desa, yaitu Desa Tondo, Dampai, Tanjung Padang, Balentuma, Tompe, dan Lompio di Kecamatan Sirenja, serta Desa Labean di Kecamatan Balaesang. 

"Sebanyak 525 keluarga terdampak kejadian tersebut. Banjir terjadi setelah hujan lebat menyebabkan debit air Sungai Mapaga meluap pada Jumat (3/4/2026)," jelas Muhari.

Selain itu, lanjut Muhari, genangan juga dilaporkan surut di wilayah terdampak di Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, pada Minggu (5/4/2026) malam. 

Masyarakat telah membersihkan material sampah yang terbawa arus banjir. Sebanyak 11 desa di tujuh kecamatan, yaitu Kecamatan Rumpin, Gunung Sindur, Kemang, Parung Panjang, Cigudeg, Bojonggede, dan Ciseeng, sempat dilanda banjir pada Sabtu (4/4/2026) pukul 07.30 WIB. 

"Total warga terdampak berjumlah 678 keluarga atau 1.926 jiwa. Beberapa warga yang mengungsi telah kembali ke rumah mereka. Selain itu, BPBD setempat mencatat satu unit rumah rusak berat dan satu unit rusak ringan, serta tiga unit fasilitas pendidikan terdampak," jelasnya.

Sementara itu, situasi pascabencana angin kencang di Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, telah kondusif pada Minggu (5/4). 

Sebelumnya, insiden ini mengakibatkan 17 unit rumah rusak berat dan 13 unit rusak ringan di Desa Sumber Urip, Kecamatan Selupu Rejang. Tidak ada laporan korban jiwa akibat peristiwa yang terjadi pada Sabtu (4/4), yang disertai hujan lebat.

"BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk tetap waspada dan siaga. Berdasarkan prakiraan cuaca hari ini, Senin (6/4/2026), terdapat potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang pada pagi hari hingga pukul 10.30 WIB," kata Muhari. 

Kondisi ini berpotensi terjadi di wilayah Sumatra Barat, Bengkulu, Kepulauan Bangka Belitung, Kepulauan Riau, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Sulawesi Tengah, dan Nusa Tenggara Timur.

Di samping ancaman hidrometeorologi, masyarakat juga perlu tetap siaga terhadap potensi bahaya geologi, seperti gempa bumi dan erupsi gunung api, yang dapat terjadi setiap saat.

Menyikapi potensi bahaya yang dapat berujung pada bencana, BNPB mengimbau setiap keluarga untuk memiliki rencana kesiapsiagaan. 

Dengan rencana tersebut, kata Muhari, risiko dapat diminimalkan melalui peningkatan kapasitas, dimulai dari diri sendiri dan keluarga, seperti rutin melakukan latihan evakuasi pada 26 April setiap tahun. * (wulandari)