SuaraTani.com - Tangerang Selatan| Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memperkenalkan dua inovasi unggulan hasil pengembangan Pusat Riset Sistem Industri dan Manufaktur Berkelanjutan (PR SIMB), yaitu Petasol dan padi Biosalin.
Di sektor pangan, BRIN memperkenalkan padi Biosalin, varietas unggul yang dirancang khusus untuk lahan pesisir dengan tingkat salinitas tinggi akibat intrusi air laut.
Dengan produktivitas yang tetap optimal di lahan marginal, padi ini menjadi solusi strategis dalam meningkatkan kesejahteraan petani serta memperkuat ketahanan pangan daerah.
Pengembangan padi Biosalin dilakukan dengan pendekatan Low External Input Sustainable Agriculture (LEISA), yang menekankan praktik pertanian berkelanjutan dan ramah lingkungan.
Program ini mengusung konsep Water-Energy-Food Nexus, yakni integrasi pengelolaan sumber daya air, energi, dan pangan secara berkelanjutan dalam menghadapi tantangan perubahan iklim.
Jepara pun didorong menjadi living laboratory hilirisasi teknologi nasional sekaligus model pengembangan kawasan pesisir berbasis inovasi.
"Jepara kita dorong bukan hanya sebagai lokasi implementasi, tetapi sebagai living laboratory hilirisasi teknologi nasional," kata Kepala BRIN, Arif Satria dalam siaran pers yang dikutip, Selasa (28/4/2026).
Dikatakannya, melalui Program Pengembangan Kawasan Ketahanan Pangan dan Energi Terintegrasi di Desa Bandungharjo, Kabupaten Jepara, BRIN menunjukkan bahwa inovasi tidak berhenti di laboratorium, melainkan hadir sebagai solusi konkret di lapangan.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah, industri, dan masyarakat menjadi kunci agar inovasi dapat memberikan manfaat nyata.
Sementara, Petasol hadir sebagai solusi energi alternatif berbasis lingkungan. Bahan bakar ini dihasilkan dari pengolahan sampah plastik bernilai rendah melalui proses pirolisis menggunakan mesin Faspol.
Inovasi ini telah diterapkan di lebih dari 50 lokasi di Indonesia dan terbukti mampu mengurangi emisi dibandingkan praktik pembakaran sampah terbuka.
"Demonstrasi penggunaan Petasol dilakukan dengan menguji bahan bakar tersebut pada perahu nelayan," kata Arif.
Hasilnya, mesin dapat menyala dengan baik, menunjukkan bahwa Petasol siap dimanfaatkan sebagai sumber energi alternatif yang mendukung kemandirian nelayan sekaligus mengatasi persoalan limbah plastik.
“Apa yang kita saksikan hari ini menjadi bukti bahwa riset bisa langsung dirasakan dampaknya oleh masyarakat,” ujar Arif.
Ke depan, kata Arif, model ini akan dikembangkan menjadi Integrated Coastal Industrial Cluster yang memperkuat rantai pasok lokal dan dapat direplikasi di berbagai wilayah pesisir Indonesia.
Bupati Jepara, Witiarso Utomo, menyampaikan apresiasi atas dukungan BRIN. Dengan garis pantai sepanjang 80 km, Jepara dinilai memiliki potensi besar dalam pengembangan pertanian pesisir untuk mendukung ketahanan pangan.
Kegiatan ini turut dihadiri Anggota Dewan Pengarah BRIN Tri Mumpuni, Deputi Bidang Koordinasi Usaha Pangan dan Pertanian Kemenko Pangan Widiastuti, serta perwakilan PT Perusahaan Gas Negara (PGN) sebagai mitra industri.
Melalui pendampingan dan pelatihan berkelanjutan, BRIN berkomitmen memastikan inovasi yang dihadirkan tidak hanya berhenti sebagai proyek percontohan, tetapi berkembang menjadi penggerak ekonomi lokal yang mandiri, inklusif, dan berkelanjutan bagi masyarakat pesisir. * (erna)


