Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Hasil Kunjungan Komisi IV, Stok dan Kualitas CBP di Bulog Labuan Bajo Didominasi Beras Terbaru

Komisi IV DPR RI melakukan kunjungan kerja ke gudang Bulog di Labuan Bajo untuk memastikan apakah stok beras mencukupi, termasuk mengecek umur simpan beras, Sabtu (25/4/2026). foto: ist

SuaraTani.com - Labuan Bajo| Kualitas Cadangan Beras Pemerintah (CBP) di Gudang Perum Bulog Labuan Bajo didominasi produksi terbaru, dengan usia simpan paling lama sejak April 2026.

Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Soeharto yang melakukan pengecekan langsung ke lokasi mengatakan bahwa ketersediaan sekaligus kualitas beras pemerintah di daerah cukup baik.

“Kami dari Komisi IV melakukan kunjungan ke gudang Bulog di Labuan Bajo untuk memastikan apakah stok beras mencukupi, termasuk mengecek umur simpan beras. Ternyata yang paling lama tersimpan adalah bulan April. Artinya seluruh stok masih dalam kondisi baru dan sangat layak,” ujar Titiek dalam siaran pers yang dikutip, Senin (27/4/2026).

Komisi IV DPR RI melakukan kunjungan kerja di Labuan Bajo, Sabtu (25/4/2026). Hasil temuan tersebut sekaligus menegaskan bahwa pengelolaan CBP berjalan optimal, tidak hanya dari sisi jumlah, tetapi juga kualitas dan perputaran stok yang terjaga.

Deputi Bidang Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Bapanas, Andriko Noto Susanto, mengatakan capaian stok CBP nasional yang telah menembus lebih dari 5 juta ton merupakan kondisi riil yang terkonfirmasi hingga ke daerah.

“Hari ini kita melihat langsung di lapangan bahwa surplus beras nasional yang telah melampaui 5 juta ton itu benar-benar terimplementasi. Cadangan tersebut tidak hanya tercatat secara nasional, tetapi terkonfirmasi hingga ke daerah. Ini menjadi bukti konkret bahwa swasembada pangan yang kita capai adalah hasil kerja nyata bersama,” ujar Andriko.

Ia menambahkan, tingginya volume stok bahkan membuat kapasitas gudang Bulog di Labuan Bajo tidak lagi mencukupi, sehingga dilakukan penambahan melalui penyewaan gudang filial sebagai langkah antisipatif.

“Kondisi di lapangan menunjukkan gudang tidak lagi cukup menampung. Ini menandakan ketersediaan beras kita sangat kuat dan distribusi cadangan berjalan hingga ke wilayah timur Indonesia,” jelasnya.

Di sisi lain, Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi, menegaskan bahwa kondisi beras di wilayahnya berada dalam posisi surplus yang kuat. Produksi beras tahunan mencapai sekitar 180.000 ton, jauh melampaui kebutuhan masyarakat yang berada di kisaran 33.000 ton.

“Artinya, kami masih memiliki surplus yang dapat disuplai ke kabupaten tetangga. Kondisi saat ini sangat memadai dan terkendali. Pemerintah daerah juga memastikan stabilitas harga beras tetap terjaga sebagai bagian dari pengendalian inflasi,” ungkapnya.

Ia menambahkan, penguatan Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD) serta dukungan anggaran untuk operasi pasar murah menjadi instrumen utama dalam menjaga stabilitas harga di tingkat lokal.

“Kami memiliki cadangan pangan daerah di samping stok nasional, serta dukungan anggaran untuk intervensi pasar. Dengan demikian, harga beras di Manggarai Barat kami pastikan tetap terkendali,” tambahnya.

Secara nasional, Bapanas mencatat lonjakan signifikan pada stok beras Bulog dalam dua tahun terakhir. Per 23 April 2026, total stok telah melampaui 5 juta ton, meningkat sekitar 264,2 persen dibandingkan posisi pada tanggal yang sama dua tahun sebelumnya yang berada di kisaran 1,37 juta ton.

Jika dibandingkan dengan 23 April 2025, capaian tersebut juga menunjukkan kenaikan sebesar 65,8 persen dari posisi 3,01 juta ton. 

Pertumbuhan yang konsisten dan tajam ini menjadi indikator kuat bahwa fondasi swasembada beras nasional semakin kokoh. * (putri)