SuaraTani.com - Bogor| Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Panggah Susanto, menyoroti besarnya potensi perikanan budidaya air tawar.
Yang mana potensi tersebut merupakan kekuatan baru dalam mendukung ketahanan pangan nasional, termasuk untuk memasok kebutuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dalam kunjungan kerja spesifik ke Balai Riset Budidaya Air Tawar dan Penyuluhan Perikanan di Bogor. Panggah menegaskan bahwa selama ini sektor perikanan identik dengan hasil tangkapan laut. Padahal, budidaya air tawar justru menyimpan peluang besar yang belum tergarap optimal.
“Potensi kita ini sangat besar sekali, tidak hanya perikanan tangkap, tapi budidaya air tawar ini juga luar biasa. Ini yang perlu kita dorong agar programnya lebih tertata dan fokus,” ujar Panggah dalam siaran pers, Rabu (1/4/2026) di Bogor.
Ia menjelaskan, penguatan budidaya ikan air tawar menjadi langkah strategis untuk menciptakan sumber pasokan pangan yang stabil dan berkelanjutan. Terlebih, kebutuhan protein dari ikan diperkirakan akan terus meningkat seiring dengan implementasi program MBG di berbagai daerah.
Komisi IV mendorong Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) agar mempercepat pengembangan berbagai model budidaya yang telah terbukti efektif.
Sejumlah pendekatan seperti bioflok, kampung budidaya, hingga sistem mina padi dinilai dapat menjadi solusi dalam meningkatkan produktivitas sekaligus memperluas jangkauan produksi.
“Banyak model yang bisa dikembangkan. Bioflok bisa mempercepat panen, kampung budidaya bisa memperluas basis produksi, dan mina padi juga punya potensi besar untuk dihidupkan kembali,” jelas Panggah.
Ia juga menekankan pentingnya penguatan sektor hulu, khususnya dalam penyediaan pakan ikan. Menurutnya, pakan menjadi faktor kunci yang menentukan keberhasilan produksi sekaligus efisiensi biaya bagi para pembudidaya.
Dengan berbagai langkah tersebut, Komisi IV optimistis sektor perikanan budidaya air tawar dapat menjadi salah satu tulang punggung baru dalam mendukung ketahanan pangan nasional sekaligus memperkuat rantai pasok program MBG di Indonesia.
“Pakan ini selalu menjadi faktor penentu. Karena itu, kita dorong agar pengembangan pakan berbasis bahan baku lokal bisa terus ditingkatkan, supaya lebih murah dan mudah diakses,” tegasnya.* (putri)


