SuaraTani.com - Bali| Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Singapura resmi memperkuat pilar youth diplomacy melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) baru di bidang kepemudaan dan keolahragaan.
Penandatanganan dilakukan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir, bersama Acting Minister for Culture, Community and Youth, David Neo, dalam rangkaian Southeast Asia Ministerial Meeting on Youth and Sports (SEAMMYS) 2026 di Sanur, Bali, Senin (4/5).
Penandatangan MoU ini bertujuan untuk mempererat kerjasama antara kedua negara dalam meningkatkan ketahanan dan daya saing generasi muda di kedua negara.
Hal ini sejalan dengan pokok pikiran yang disampaikan David Neo dalam pemaparannya bertajuk "Strengthening Youth Resilience and Supporting Success in the AI Age" di dalam pertemuan tingkat menteri tersebut.
Dalam presentasi tersebut, David Neo menekankan pentingnya membangun ketangguhan pemuda di tengah dunia yang penuh ketidakpastian.
Ia juga menggarisbawahi perlunya pemberdayaan generasi muda agar mampu memanfaatkan teknologi kecerdasan artifisial (AI) untuk meraih kesuksesan, yang dibarengi dengan komitmen bersama untuk menciptakan lingkungan daring yang aman serta kondusif bagi inovasi pemuda.
Erick Thohir emnambahkan, kolaborasi ini merupakan langkah konkret dalam meningkatkan kualitas kerjasama Indonesia.
"Kerja sama ini adalah wujud nyata youth diplomacy Indonesia untuk memastikan pemuda Indonesia menjadi pemuda yang gigih di kancah global. Melalui kerjasama dengan Singapura, kita ingin mencetak pemimpin masa depan yang adaptif terhadap teknologi serta memiliki jiwa empati dengan pengabdian sosial yang tinggi" ujarnya.
Berdasarkan MoU tersebut, kedua negara berkomitmen memperluas kolaborasi pada aspek pemberdayaan pemuda, kewirausahaan, kepemimpinan, hingga aksi kesukarelawanan melalui sinergi antarorganisasikepemudaan.
Kerja sama ini juga menitikberatkan pada penciptaan ekosistem digital yang aman demi mendukung inovasi pemuda, sebagaimana ditekankan dalam visi ketahanan digital yang dipaparkan David Neo.
Sinergi ini memiliki nilai strategis mengingat posisi Singapura sebagai peringkat pertama dunia dalam Global Youth Development Index (YDI) 2023.
Di samping fokus pada kepemudaan, MoU ini juga mencakup akselerasi prestasi olahraga melalui integrasi sport science dan teknologi olahraga.
Melalui penguatan youth diplomacy ini, diharapkan tercipta people-to-people connectivity yang lebih erat untuk mencetak generasi pemimpin serta atlet unggulan yang berdigdaya di panggung dunia. * (wulandari)


