Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Peluru Nyasar di Kampus UNP, Cindy Monica Minta Penanganan Korban Dilakukan Maksimal

Anggota DPR RI, Cindy Monica Salsabila Setiawan. foto: ist

SuaraTani.com - Jakarta| Anggota DPR RI, Cindy Monica Salsabila Setiawan, menyampaikan keprihatinan mendalam atas insiden yang mengakibatkan dua orang terkena peluru nyasar di kawasan Universitas Negeri Padang, Sumatera Barat, Selasa, (2/6/2026) sore.

Keselamatan warga sipil, khususnya mahasiswa dan masyarakat yang berada di lingkungan pendidikan, harus menjadi perhatian utama semua pihak. 

Ia mendorong agar proses penanganan korban dilakukan secara maksimal, serta memastikan seluruh biaya pengobatan dan pemulihan korban benar-benar ditanggung sampai tuntas sebagaimana telah disampaikan oleh pihak terkait.

“Saya menyampaikan simpati kepada korban dan keluarga. Fokus utama saat ini adalah memastikan korban mendapatkan penanganan medis terbaik dan pemulihan yang layak. Pada saat yang sama, kejadian ini perlu diusut secara terang, profesional, dan transparan agar masyarakat memperoleh kepastian,” ujar Cindy dalam keterangan tertulis, di Jakarta, Rabu (3/6/2026).

Legislator dari Dapil Sumatera Barat II ini meminta agar investigasi dilakukan secara objektif dengan melibatkan pihak-pihak berwenang, termasuk aparat keamanan, kampus, dan instansi terkait. 

Menurutnya, semua keterangan perlu diuji melalui proses penyelidikan yang hati-hati agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.

“Karena sumber peluru masih perlu dipastikan melalui penyelidikan, semua pihak sebaiknya menahan diri dari kesimpulan prematur. Namun evaluasi terhadap standar keselamatan kegiatan latihan tembak tetap harus dilakukan secara serius,” tegas Politisi Fraksi Partai NasDem ini.

Cindy mendorong adanya evaluasi menyeluruh terhadap prosedur latihan, radius keamanan, sistem pengawasan, serta mitigasi risiko pada lokasi latihan yang berada tidak jauh dari kawasan permukiman, fasilitas pendidikan, atau ruang publik. 

Ia menilai langkah pencegahan harus menjadi prioritas agar peristiwa serupa tidak kembali terjadi.

“Lingkungan kampus harus menjadi ruang yang aman bagi mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, dan masyarakat. Peristiwa ini harus menjadi momentum untuk memperkuat standar keselamatan, bukan sekadar berhenti pada penanganan setelah kejadian,” kata Cindy. * (putri)