Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

BNPB Catat Bencana Kekeringan di Wilayah Indonesia

BNPB merangkum perkembangan situasi dan penanganan bencana kekeringan di sejumlah wilayah Indonesia akibat kemarau ekstrem. foto: ist

SuaraTani.com - Jakarta| Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merangkum perkembangan situasi dan penanganan bencana kekeringan di sejumlah wilayah Indonesia.

Berdasarkan data yang dihimpun, kekeringan masih mendominasi kejadian bencana di berbagai wilayah seiring berlangsungnya musim kemarau. 

Kejadian baru pertama adalah kekeringan di Kabupaten Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat, yang terjadi pada Selasa (28/7/2026). Bencana ini berdampak pada 175 kepala keluarga atau 520 jiwa. Wilayah terdampak berada di Desa Cangkorah, Kecamatan Batujajar. 

"BPBD setempat telah mendistribusikan bantuan air bersih sebanyak 4.000 liter atau dua ritase guna memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak," kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dalam siaran pers, Rabu (29/7/2026) di Jakarta. 

Dikatakannya, kekeirngan juga melanda Kabupaten Bogor, Jawa Barat, yang terjadi sejak 1 Juli 2026  kini berdampak pada 21.504 kepala keluarga atau 69.889 jiwa. 

"BPBD Kabupaten Bogor kembali menambah distribusi air bersih sebanyak 30.000 liter atau enam ritase, di antaranya disalurkan kepada warga Kampung Cipambuan RT 02/RW 04, Desa Cipambuan, Kecamatan Babakan Madang," ujar Muhari.

Kemudian, di Provinsi Jawa Tengah, kekeringan di Kabupaten Banjarnegara yang terjadi sejak 22 Juni 2026 telah berdampak pada 3.805 kepala keluarga atau 11.920 jiwa. 

"Hingga Selasa (28/7), BPBD telah mendistribusikan 120.000 liter air bersih menggunakan 20 mobil tangki dan 16 trip kendaraan bak terbuka," jelasnya.

Muhari juga mengatakan, kekeringan di Kabupaten Grobogan yang terjadi sejak Mei 2026 juga masih berlangsung dan berdampak pada 1.434 kepala keluarga. 

BPBD Kabupaten Grobogan menyalurkan 30.000 liter air bersih menggunakan dua unit mobil tangki. Berdasarkan hasil asesmen di lapangan, debit sumber air yang dimanfaatkan masyarakat terus mengalami penurunan sehingga distribusi bantuan air bersih masih terus dilakukan.

Sementara di Kabupaten Demak, lanjut Muhari, kekeringan yang terjadi sejak 1 Juni 2026 berdampak pada 850 kepala keluarga atau 2.490 jiwa. 

Distribusi bantuan air bersih sebanyak 25.000 liter dilakukan kepada masyarakat di Desa Undaan Kidul, Kecamatan Karanganyar.

Kekeringan juga terjadi di Kabupaten Banyumas yang terjadi sejak awal Juli 2026 kini berdampak pada 5.512 kepala keluarga atau 17.692 jiwa. Distribusi bantuan air bersih masih terus dilakukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak.

Di Kabupaten Pemalang, kekeringan yang terjadi sejak 1 Juni 2026 berdampak pada 6.109 kepala keluarga. 

"Hingga saat ini, bantuan air bersih telah menjangkau 1.095 kepala keluarga melalui BPBD, 420 kepala keluarga melalui PMI, 487 kepala keluarga melalui Baznas, serta 40 kepala keluarga melalui Sabawana," kata Muhari.

Sedangkan di Kabupaten Pekalongan, lanjut Muhari, kekeringan yang terjadi sejak Juli 2026 berdampak pada 259 kepala keluarga atau 458 jiwa. 

BPBD Kabupaten Pekalongan kembali mendistribusikan 8.000 liter air bersih, sehingga total bantuan yang telah disalurkan mencapai 100.000 liter atau 25 tangki.

Ia mengatakan, sebagai langkah antisipasi menghadapi musim kemarau dan potensi El Nino, BNPB bersama pemerintah daerah terus memperkuat upaya mitigasi melalui operasi modifikasi cuaca (OMC) di wilayah prioritas.

Kemudian, pembangunan sumur bor, pipanisasi, serta dukungan distribusi air bersih bagi masyarakat terdampak guna menjaga ketersediaan air bersih dan mendukung kebutuhan pertanian. * (wulandari)