SuaraTani.com - Cibinong| Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Organisasi Riset Pertanian dan Pangan (ORPP) resmi menjalin kemitraan strategis dengan National Academy of Food and Strategic Reserves Administration (NAFRA) China.
Kerja sama ini fokus pada penguatan riset, teknologi, serta inovasi di sektor pangan dan pertanian, khususnya dalam menciptakan sistem agro-pangan yang berkelanjutan dan memperkuat ketahanan pangan nasional.
Kepala Organisasi Riset Pertanian dan Pangan BRIN, Puji Lestari, mengatakan kerja sama ini dibuktikan dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) yang dilakukan pada 23 Juni 2026 lalu di Bogor.
Ia menegaskan bahwa kemitraan ini merupakan langkah strategis untuk menjawab tantangan global di sektor pangan.
Kolaborasi ini menjadi wujud komitmen bersama untuk memperkuat kerja sama riset, teknologi, dan inovasi di bidang pertanian dan pangan.
“Kami ingin membangun fondasi kolaborasi yang memberikan dampak nyata bagi pengembangan sistem agro-pangan yang tangguh di masa depan, dengan menggabungkan kekuatan yang dimiliki kedua institusi," ujar Puji dalam siaran pers, Rabu (1/7/2026) di Cibinong.
Adapun ruang lingkup kerja sama mencakup penelitian kolaboratif, pengembangan kapasitas sumber daya manusia (peneliti), pertukaran pengetahuan, transfer teknologi, hingga hilirisasi dan komersialisasi hasil riset.
Sebagai langkah awal implementasi kata Puji, kedua pihak menyelenggarakan International Training Workshop on Moderate Rice Processing and Comprehensive Utilization of By-products.
Workshop ini bertujuan untuk berbagi pengetahuan dan memperkuat kapasitas teknis bagi para peneliti dari kedua negara.
Melalui sinergi ini, BRIN dan NAFRA menargetkan percepatan inovasi pada sejumlah sektor strategis yang meliputi penguatan ketahanan pangan dan nutrisi, upaya pengurangan kehilangan pangan (food loss) pascapanen, serta penerapan pertanian digital dan smart farming.
Selain itu, kolaborasi ini juga mencakup pengembangan manajemen rantai pasok agroindustri hingga teknologi pengolahan pangan yang lebih efisien.
Kemitraan ini mempertegas komitmen BRIN dalam memperluas jejaring kolaborasi internasional guna menghadirkan solusi berbasis riset yang relevan bagi kebutuhan pangan masa depan.
Senada dengan hal tersebut, Vice President of The Academy of NAFRA China, Zhu Jiang, menyatakan bahwa kemitraan ini berlandaskan pada prinsip saling menghormati dan keberlanjutan.
Kerja sama ini diharapkan dapat mendorong pertukaran teknologi, pengembangan riset bersama, serta hilirisasi hasil penelitian, khususnya di bidang keamanan pangan, nutrisi, pertanian digital, dan pengolahan pangan.
"Bersama Indonesia, kami ingin menghadirkan inovasi untuk mendukung pembangunan pertanian yang lebih maju dan berkelanjutan," kata Zhu Jiang.
Pentingnya kolaborasi ini juga disambut baik oleh Pemerintah Tiongkok. First Secretary Kedutaan Besar China untuk Indonesia, Yixian Liang, menyebut nota kesepahaman ini sebagai tonggak penting dalam hubungan sains dan teknologi kedua negara.
"China dan Indonesia memiliki kepentingan bersama dalam menghadapi isu ketahanan pangan global. Kami meyakini kerja sama ini akan membuka peluang baru bagi riset bersama, transfer teknologi, serta mendorong inovasi yang memberikan manfaat bagi kedua negara dan mendukung pembangunan berkelanjutan di kawasan," jelas Yixian. * (erna)


