Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Penyaluran Pupuk Subsidi di Sumut Semester I-2026 Cukup Baik, Kok Petani Masih Sulit Dapat?

Realisasi penyaluran pupuk bersubsidi di Sumatera Utara hingga Semester I tahun 2026 cukup baik. foto: dok

SuaraTani.com - Medan| Realisasi penyaluran pupuk bersubsidi di Sumatera Utara (Sumut) hingga Semester I tahun 2026 untuk pupuk urea sebanyak 96.294,40 ton atau 47,53% dari alokasi kebutuhan menurut SK Kadis KPTPH No:521.3/329.07/SAPRALUH.

Sementara untuk pupuk jenis NPK, realisasi penyalurannya sampai dengan Semester I-2026 mencapai 125.590,70 ton atau 51,91% dari alokasi kebutuhan setahun sebanyak 241.930 ton.

Realisasi pupuk bersubsidi tersebut menurut Kabid Sapras Dinas KPTPH Sumut, Heru Suwondo melalui Fungsional Analis Prasarana dan Sarana Pertanian Ahli Muda, Desa Mandasari. cukup baik karena sudah mendekati 50% dari total alokasi setahun. Bahkan untuk NPK sudah mencapai 51,91%.

"Realisasi itu cukup tinggi, karena pertanaman padi banyak terutama di daerah dataran tinggi. Hal itu dipicu dengan intesitas hujan yang cukup tinggi," jelas Desa yang dihubungi melalui aplikasi WhatsApp, Kamis (9/7/2026) di Medan.

Menurutnya, di bulan Mei, Juni dan Juli adalah musim kemarau di Sumut. Namun, tahun ini hujan hampir merata di Sumut. 

"Hujan yang konsisten turun di periode Mei, Juni dan Juli memacu petani terutama di dataran tinggi melakukan penanaman serentak yang biasanya penanaman serentak dilakukan bulan September. Otomatis serapan pupuk subsidi juga akan meningkat. Data sementara di bulan Juli ini serapan pupuk subsidi sudah di atas 50 persen," kata Desa.

Desa mengatakan, untuk saat ini stok pupuk subsidi sudah normal dari yang sebelumnya mengalami kendala dalam pendistribusian sebagai akibat dari bencana banjir dan longsor yang terjadi pada November 2025 lalu.

Hal ini membuat PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) sebagai perusahaan penyedia pupuk urea untuk wilayah Sumut stop sementara beroperasi. 

"Untuk saat ini pabrik PIM sudah berperasi kembali, pasokan pupuk urea sudah berjalan normal," kata Desa.

Berdasarkan data yang diperoleh dari Dinas KPTPH Sumut, realisasi serapan pupuk subsidi jenis urea berada di Kabupaten Simalungun sebanyak 12.001,75 ton. Disusul Kabupaten Deliserdang, sebanyak 11.124,90 ton, Karo 9.791,20 ton, Dairi 9.206,40, dan Serdang Bedagai (Sergai) 7.210,25 ton.

Sedangkan untuk realisasi serapan pupuk NPK tertinggi Kabupaten Simalungun sebanyak 15.299,25 ton dan diikuti Kabupaten Karo 14.140,70, Dairi 12.682 ton, Deliserdang 11.674,65 ton dan Kabupaten Sergai sebanyak 8.904,50 ton.

Meski serapan pupuk sudah mencapai 50% namun pada kenyataannya, para petani di Sumut banyak yang mengeluhkan kekosongan pupuk subsidi. Salah satunya dari Nagori Pokan Baru, Kecamatan Hutabayu Raja, Kabupaten Simalungun.

Menurut petani yang enggan disebutkan namanya, pupuk sering kosong di kios pupuk subsidi yang ada di desa mereka mulai dari bulan Januari sampai dengan Juni. Kalaupun ada, tapi langsung habis.

"Kami hanya dikasih jatah tiga sak untuk setahun. Jadi, kami sering beli pupuk yang dijual-jual melalui pick-up yang datang ke kampung kami. Sudah harganya mahal kualitasnya tak bagus," ucap mereka. * (junita sianturi)